Pertolongan Pertama Pada Serangan Stroke

Stroke adalah suatu kondisi kesehatan yang berbahaya dan merupakan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Stroke juga menjadi penyebab kecacatan pertama di dunia. Salah satu hal yang mengakibatkan hal ini terjadi adalah karena masih banyak dari kita (sebagai orang di sekitar penderita stroke) yang belum memahami cara menangani atau cara memberikan pertolongan pertama pada orang yang tiba-tiba terserang stroke. Padahal pertolongan pertama ini sangat menentukan nasib penderita stroke.

Hal pertama yang bisa Anda lakukan saat menemukan keluarga, saudara ataupun teman terkena serangan stroke adalah segera menelepon ambulance  dan membawanya ke rumah sakit atau mengantarkannya ke rumah sakit bila tidak ada ambulance. Lakukan hal ini sesegera mungkin, karena masa empat jam setelah serangan stroke yang dikenal sebagai "The Golden Time" merupakan masa yang sangat menentukan dalam penanganan stroke ke depannya.

Pertolongan pertama lain saat menemukan penderita stroke dengan mulut yang mulai berubah atau miring adalah dengan memberikan oksigen dua hingga empat liter, dan segera bawa ke rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut. Hindari memberikan pertolongan yang belum terbukti secara ilmiah kebenarannya. Misalnya dengan mengeluarkan darah dari ujung jari mereka atau menusuk ujung jari mereka. "Tidak ada gunanya menusuk jari, mulut atau telinga pasien yang terkena serangan stroke. Langkah paling benar adalah segera membawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga medis," jelas dokter spesialis saraf, Ekawati Dini.

Membawa orang yang terkena serangan stroke sesegera mungkin ke rumah sakit akan menghindari terjadinya penyumbatan atau perdarahan yang semakin meluas di area otak. Sebab, bila hal ini sampai terjadi, pasien berisiko kehilangan kesadarannya. Semakin cepat dibawa ke rumah sakit, maka semakin berkurang kerusakan otak yang mungkin terjadi. "Hal penting lainnya saat menolong orang yang terkena serangan stroke adalah tidak panik. Lakukan dengan tenang dan tetap berhati-hati," tambah Ekawati.

Konsultasi: dr. Ekawati Dani, SpS dari Siloam Hospitals MRCCC, Jakarta.
 


Article By Mahmur Marganti

Share Article