Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa

Salah satu gangguan kesehatan yang cukup banyak dikeluhkan saat menjalankan Ibadah puasa adalah sakit kepala. Awalnya, nyeri kepala atau sakit kepala saat puasa ini ditemukan oleh peneliti asal Israel pada tahun 1994. Peneliti menyatakan bahwa puasa berisiko meningkatkan frekuensi timbulnya sakit kepala pada seseorang yang memiliki riwayat nyeri kepala kronis.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya sakit kepala saat puasa ini. Seperti penurunan asupan energi dan massa tubuh akibat perubahan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Pola makan, jumlah dan jenis makana yang dikonsumsi juga ternyata bisa menyebabkan sakit kepala. Misalnya menu buka puasa yang terlalu banyak mengandung lemak, protein, dan gula.

Selain itu, berhentinya kebiasaan minum kopi secara mendadak juga menjadi faktor risiko utama pemicu sakit kepala. Sakit kepala umumnya muncul 12 hingga 24 jam setelah konsumsi kafein lebih dari 400 mg/hari (atau setara dengan 2 cangkir kopi atau teh). Meskipun demikian, keadaan dehidrasi karena tak cukup minum saat berbuka dan sahur, kebiasaan merokok dan durasi tidur yang terlalu lama juga menjadi faktor penyebab sakit kepala saat puasa.

Umumnya, wanita berisiko lebih besar mengalami nyeri kepala akibat puasa. Hal ini berhubungan dengan faktor hormonal, stres psikis, mudah lelah dan sindrom pramenstruasi yang tidak dialami oleh pria. Oleh karena tak bisa mengonsumsi obat untuk meredakan sakit kepala saat puasa, Anda bisa melakukan beberapa hal, yaitu dengan mengonsumsi makanan dengan seimbang dan memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article