Malas Sarapan Bisa Membuat Badan Cepat Gemuk

Banyak mitos tentang diet yang berkembang di masyarakat. Celakanya, banyak yang menganggap mitos-mitos tersebut sebagai kebenaran. Misalnya, soal mitos melewatkan sarapkan yang dianggap efektif untuk menurunkan berat badan. Padahal hal ini merupakan informasi yang keliru. Melewatkan sarapan justru dapat mengacaukan metabolisme tubuh. Akibatnya, berat badan pun tak kunjung turun, dan sebaliknya justru berisiko terus naik.

Pada prinsipnya tubuh manusia membutuhkan asupan makanan setiap empat jam sekali. Dalam hal ini, seluruh organ pencernaan tubuh, termasuk keluarnya enzim untuk mencerna makanan, akan 'keluar' setiap kurang lebih empat jam sekali secara teratur. Bila Anda menghilangkan sarapan sebagai langkah untuk menurunkan berat badan, yang terjadi justru tubuh akan mengubah sistemnya  dan berakibat buruk pada tubuh. Salah satu efeknya adalah terjadinya penimbunan lemak. Alih-alih ingin menurunkan berat badan, kebiasaan ini ternyata malah berpotensi menimbulkan kegemukan.

Saat tidur, karena tidak ada asupan makanan, gula darah akan turun mencapai titik yang rendah. Bila tidak disuplai dengan sarapan untuk kembali 'memanaskan' tubuh, maka yang terjadi adalah metabolisme atau produksi energi akan semakin turun. Pada akhirnya tubuh akan menimbun lemak lebih banyak.

Untuk itu, jangan lewatkan sarapan, apalagi bagi yang sedang menjalankan program diet. Sarapan yang baik adalah sarapan yang berkualitas, yaitu yang berisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jumlah yang disarankan untuk sarapan adalah memenuhi seperempat kebutuhan kalori harian.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article