Ini Pertolongan Pertama Saat Terjadi Patah Tulang

Patah tulang sebaiknya diatasi dengan cara tepat agar tidak semakin parah. (Unsplash/Rawpixel)

Sebuah kecelakaan, seperti terjatuh maupun kecelakaan kendaraan bermotor tidak menutup kemungkinan bisa mengakibatkan patah tulang pada korbannya. Patah tulang atau fraktur memang cukup menyeramkan. Bisa terjadi di bagian tulang manapun, patah tulang harus diberikan pertolongan pertama dengan tepat agar tidak memperparah keadaan.

Patah tulang dibagi menjadi dua, yaitu patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup. Pada patah tulang terbuka, keadaannya bisa sangat serius. Sebab, pada kondisi ini tak hanya kulit saja yang sobek tapi juga patahan tulang yang menonjol ke luar kulit. Keadaan ini sangat berisiko terhadap terjadinya infeksi dan kehilangan banyak darah. Sementara, patah tulang tertutup, tulang yang patah masih berada di bawah kulit dan tak ada robekan kulit.

Keduanya harus ditangani dengan benar, sebab penanganan yang tidak baik bisa memperparah keadaan korban. Bahkan, salah menangani fraktur pada bagian tulang tertentu bisa menyebabkan kerusakan organ lain seperti paru-paru, kandung kemih atau organ lainnya. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk korban patah tulang:

1. Buka jalan napas, dan pastikan jalan napas korban tidak terhalang.

2. Bila patah tulang yang dialami adalah jenis patah tulang terbuka, jangan mencoba untuk mengembalikan tulang ke dalam kulit atau membersihkannya. Gunting pakaian korban, lalu tutup luka secara perlahan dengan kain bersih (kain steril) atau perban. Tutup luka secara keseluruhan termasuk tulang yang menonjol ke luar.

3. Bila patah tulang tidak terbuka, pasang kayu atau benda apapun yang keras untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada tulang yang patah. Caranya, lilitkan kain bersih terlebih dahulu sebelum memasangkan kayu. Pasangkan kayu melewati dua sendi.

4. Segera hubungi paramedis atau ambulans untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Hindari mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher, atau tulang belakang tanpa menggunakan tandu.


Article By Rianti Fajar

Share Article