Ini Mitos dan Fakta Air yang Harus Dicermati

Jangan terkecoh akan mitos seputar air ini. (Foto: umweltbundesamt.de)

Air merupakan kebutuhan dasar dalam hidup kita. Air memiliki peran penting dalam berfungsinya seluruh organ tubuh kita. Bahkan air saja merupakan komponen terbesar dalam tubuh kita.

Tubuh kita kehilangan sejumlah air setiap harinya melalui keringat dan urine. Jadi, sangat penting bagi kita untuk mengisi ulang kembali cairan yang hilang agar tubuh tetap berfungsi secara optimal.

Meski air sudah menjadi kebutuhan dasar dari hidup kita, namun tetap saja masih ada hal-hal salah kaprah seputar air yang kita percaya. Mitos-mitos ini beredar luas, dan menyesatkan banyak orang.

Merupkan hal yang menyedihkan jika kita masih percaya akan mitos-mitos ini, mengingat air merupakan bagian dari kehidupan kita setiap harinya. Oleh karena itu, mari kita bahas bersama apa saja mitos dan fakta seputar air:

Mitos: Minum air dapat membantu melembapkan kulit

Merupakan suatu kesalahpahaman besar bahwa minum air yang cukup dapat membuat kulit Anda awet muda dan lebih segar. Jumlah air yang kita minum tidak memiliki banyak pengaruh terhadap penampilan kulit. Tingkat kelembapan kulit ditentukan oleh faktor eksternal seperti lingkungan, perawatan kulit dan kelenjar minyak, namun ini tidak berlaku untuk faktor internal.

Mitos: Jika Anda haus, maka Anda berarti dehidrasi

Merasa haus bukan pertanda dehidrasi. Ketika konsentrasi darah naik kurang dari dua persen, kita akan merasa haus. Merasa haus sebenarnya adalah suatu bentuk pertahanan tubuh untuk melindungi diri dari dehidrasi.

Mitos: Minuman berenergi diperlukan ketika Anda berolahraga

Tanpa perlu minuman olahraga, Anda sudah dapat tetap berenergi saat melakukan latihan fisik hanya dengan minum air putih. Air putih menutrisi, dan membantu menghilangkan panas tubuh dalam bentuk keringat saat berolahraga. Air putih saja sudah cukup untuk membuat Anda tetap berenergi saat berolahraga. Namun minuman olahraga mengandung garam yang mungkin diperlukan bagi mereka yang kehilangan garam dari tubuh seperti saat melakukan maraton.

Mitos: Saat sakit, Anda harus minum banyak air putih

Meningkatkan asupan air dapat menyebabkan komplikasi pada mereka yang menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan pembengkakan pada tungkai dan kaki. Jika Anda memiliki kondisi-kondisi ini, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menambah asupan cairan.

Mitos: Urine berwarna kuning adalah pertanda dehidrasi

Apakah urine yang kuning merupakan tanda dehidrasi? Urine kuning tidak selalu merupakan tanda dehidrasi. Ginjal kita bekerja dengan menyeimbangkan level air dalam tubuh. Jika urine berwarna kuning gelap dan pekat maka kondisi ini mungkin menunjukkan bahwa Anda kurang asupan air. Beberapa obat yang dikonsumsi juga dapat mengubah warna urine. Sementara dalam dehidrasi, tak hanya warna urine yang berubah namun volume urine juga berkurang.

Fakta: Air minum dapat membantu menurunkan berat badan

Air secara tidak langsung membantu upaya Anda untuk menurunkan berat badan. Setelah minum air putih yang cukup, kita cenderung akan menghindari makanan dan minuman yang berkalori tinggi, karena perut sudah terasa kenyang akan air. Inilah yang kemudian membantu Anda menurunkan berat badan.

Fakta: Botol plastik tidak boleh digunakan berulang

Mengisi ulang botol plastik dengan air selama berkali-kali sangat tidak disarankan, sebab ini bisa menimbulkan risiko kesehatan. Beberapa bahan kimia yang digunakan dalam produksi botol plastik dapat larut ke dalam air, jika botol digunakn berulang kali.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article