Ini Bahaya Kolesterol Bagi Kesehatan

Ketahui makanan apa saja yang menjadi sumber kolesterol dan batasi konsumsinya. (Unsplash/Rawpixel)

Jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari memiliki peranan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Jika pola makan dan kualitas makanan sehari-hari baik, maka keseimbangan kolesterol semakin terjaga. Sebaliknya, semakin buruk kualitas makan sehari-hari, maka makin tidak terjaga pula keseimbangan kolesterol yang akan berdampak pada kesehatan tubuh kita.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Sri Diniharini, SpJP, dari Rumah Sakit Jantung Diagram, Cinere, Depok. Dokter yang akrab disapa dr. Dini ini menjelaskan bahwa kolesterol merupakan lemak yang beredar di dalam darah, dan berasal dari makanan yang kita konsumsi.

“Semakin banyak kita mengonsumsi makanan berlemak, semakin besar risiko terserang kolesterol tinggi,” ujar dr. Dini.

Lebih lanjut, dr. Dini menjelaskan bahwa kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh secara umum terbagi menjadi dua, yaitu LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik). LDL berasal dari makanan yang mengandung lemak jenuh, sementara HDL berasal dari makanan yang mengandung lemak tak jenuh.

“Yang menjadi masalah adalah jika kadar LDL dalam tubuh tinggi. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah jangka panjang berupa penyakit jantung koroner dan stroke,” jelas dr Dini.

Hal tersebut, lanjut dr. Dini, dikarenakan kolesterol dapat menempel di seluruh pembuluh darah. Jika menempel di pembuluh darah koroner, bisa mengakibatkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dan menyebabkan penyakit jantung koroner. Jika menyumbat pembuluh darah otak, maka dapat menyebabkan stroke. Oleh karena itu, pemilihan makanan berperan penting dalam menjaga kolesterol tubuh. Di samping pemilihan makanan, ada faktor lain yang juga dapat memperbesar risiko seseorang terkena kolesterol tinggi, yaitu faktor usia dan genetik.

“Memasuki usia 40 tahun, tubuh mulai mengalami penurunan metabolisme sehingga lebih banyak menghasilkan LDL dibandingkan HDL. Sementara kalau faktor genetik memang tidak bisa diubah, namun kita dapat mengontrolnya,” tutur dr, Dini.

Seseorang dengan kolesterol tinggi tidak memiliki gejala spesifik, akan tetapi menurut dr. Dini, ada beberapa tanda yang bisa dilihat. Pertama, melihat dari pola makan dan gaya hidup seseorang. Kedua, adanya xantalesma, yaitu bercak putih kekuningan di sekitar kelopak mata. Namun untuk lebih pasti mengetahui seseorang terkena kolesterol tinggi atau tidak, disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterolnya ke klinik atau rumah sakit. Tentu saja, mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh.

“Bagi yang telah memasuki usia 30 tahun, rajinlah memeriksakan kadar kolesterol setidaknya setahun sekali. Terapkan gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga, tidur yang cukup, serta menghindari stres. Satu lagi yang terpenting adalah menerapkan diet rendah kolesterol,” tutur dr. Dini.

Pada prinsipnya, diet rendah kolesterol menurut dr. Dini merupakan langkah untuk mengurangi kadar kolesterol jahat yang ada di tubuh. Oleh karena itu, diet rendah kolesterol yang disarankan adalah dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi seperti kuning telur, minyak goreng, daging merah, susu dan semua produk susu, serta makanan laut selain salmon. Sebaliknya, perbanyaklah mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah-buahan segar, serta air putih yang dapat membantu mengurangi serapan lemak ke usus.

Sumber: Majalah Silver, Siloam Hospitals.


Article By Rianti Fajar

Share Article