Catat, Ini Waktu dan Cara yang Tepat untuk Ukur Tekanan Darah

Ini waktu dan cara yang tepat untuk memeriksa tekanan darah. (Foto: bestspy.co.uk)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Hipertensi dikenal sebagai silent killer, karena acap kali muncul tanpa disertai gejala namun bisa berujung fatal. Padahal, hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dan dikendalikan.

Pemeriksaan rutin tekanan darah harus dilakukan oleh orang-orang yang sudah terdiagnosa dengan hipertensi. Namun, pemeriksaan ini tidak bisa sembarang dilakukan. Ada beberapa cara dan waktu yang tepat untuk bisa mendapat hasil pemeriksaan tensi yang akurat.

Ditemui dalam acara media gathering Gerakan Peduli Hipertensi, dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, FINASIM, selaku Spesialis Penyakit Dalam menjabarkan rekomendasi cara dan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah.

"Waktu yang paling ideal untuk memeriksa tekanan darah adalah di pagi hari. Pemeriksaan bisa dilakukan setelah buang air kecil, dan pastikan sedang dalam kondisi santai dan relaks agar jantung tidak berdegup terlalu kencang," tutur dr. Tunggul di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Menurut dr. Tunggul, seringkali hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat karena kondisi pasien yang tidak sesuai syarat. Setidaknya dibutuhkan istirahat selama 5-10 menit, tidak turun-naik tangga, dan menunggu sekitar 30 menit setelah merokok atau minum kopi.

"Paling tidak membutuhkan waktu 30 menit untuk mendapatkan kondisi yang stabil. Tapi hal ini tidak berlaku bagi pasien yang datang ke klinik atau di rumah sakit. Gak mungkin kan satu pasien ditunggu 30 menit hanya untuk periksa tekanan darah, ini tentunya memakan banyak waktu mengingat banyaknya pasien lain yang juga harus ditangani," lanjutnya. 

Pemeriksaan ideal tekanan darah pun sebenarnya tidak hanya satu kali dilakukan, melainkan tiga kali dengan rentang waktu setiap satu menit sekali. Pemeriksaan juga dianjurkan menggunakan alat ukur tensi yang digital dan tidak menggunakan cara konvensional atau dengan air raksa yang ternyata tidak begitu akurat serta tidak ramah lingkungan.

"Pemeriksaan idealnya dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu satu menit sekali. Penggunaan alat ukur tensi yang masih memakai air raksa sebenarnya sudah ditarik sejak tahun lalu. Air raksa dinilai kurang akurat dan dianggap mencemari lingkungan," pungkas dr. Tunggul.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article