Bolehkah Minum Air Botolan yang Sudah Terpapar Sinar Matahari?

Ternyata, ini bahaya minum air dari botol plastik yang terpapar sinar matahari. (Foto: consumerreports.org)

Cuaca yang terik, membuat rasa haus kita lebih mudah datang walaupun sudah meminum air berkali-kali. Acap kali, kita kelupaan membawa air dari rumah, sehingga membeli air dari penjaja minuman pinggir jalan pun menjadi pilihan yang mau tidak mau diambil jika matahari sedang terik-teriknya, dan dahaga sedang sangat menyiksa.

Tapi, apakah baik meminum air minum botolan yang sudah terpapar sinar matahari? Banyak orang mungkin belum tahu, bahwa meminum air botolan yang sudah terpapar sinar matahari sebenarnya tidak disarankan untuk kesehatan tubuh. Ini disebabkan oleh adanya bahan kimia industri BPA atau bisphenol-A dalam plastik, yang berbahaya bagi tubuh. Memang, sudah banyak botol plastik mengklaim tidak menggunakan BPA, akan tetapi BPA masih ditemukan dalam botol polikarbonat.

Efek buruk lainnya dari meminum air botolan yang sudah terpapar matahari adalah, meningkatkan pertumbuhan bakteri berbahaya, karena panas ekstrem dari matahari.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry menyelidiki efek paparan sinar matahari pada migrasi kimia di botol plastik yang terbuat dari polyethene terephthalate (disingkat PET atau PETE). Para peneliti menempatkan air mineral dan air berkarbonasi dalam botol plastik berbahan PET. Air yang terpapar sinar matahari ini kemudian diperiksa pada hari ke 2, 6 dan 10.

Hasilnya adalah bahwa air mineral dalam botol PET, tidak menimbulkan efek berbahaya ketika terkena sinar matahari, karena tidak ada aldehida yang terdeteksi. Lain hal dengan air berkarbonasi yang justru mengembangkan efek berbahaya setelah terpapar sinar matahari. Ini semua karena karbon dioksida dalam air memicu migrasi kimia di botol plastik PET.

Namun, penelitian lain yang dilakukan oleh para peneliti di Arizona State University pada 2008 silam menunjukkan, bagaimana suhu panas ekstrem meningkatkan pelepasan antimon dalam botol plastik PET. National Institute of Health (NIH) menyatakan bahwa dosis antimon yang ekstrem bisa menjadi racun yang berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Para peneliti memeriksa pelepasan antimon pada suhu yang berbeda. Suhu yang tinggi dapat semakin meningkatkan pelepasan antimon dari botol PET ke dalam air. Tapi, ditemukan hanya sedikit animon dalam botol PET yang telah dilepaskan ke dalam air.

Pada 2014, para ilmuwan menemukan kadar antimon dan BPA yang tinggi dalam botol air berbahan PET di Cina. Dan pada 2016, para peneliti menemukan jejak antimon yang tinggi dalam botol air di Meksiko. Dua penelitian ini menggunakan air yang diuji dalam kondisi suhu lebih dari 65 derajat Celsius, dan keduanya sama-sama menyimpulkan bahwa ini bisa menciptakan masalah yang lebih buruk.

Menurut Asosiasi Air Botol Internasional, air botolan harus disimpan dalam kondisi yang sama seperti bahan makanan. Jadi, meminum air dari botol plastik yang sudah terpapar sinar matahari memang tidak disarankan, karena ini bisa membahayakan kesehatan.

Agar lebih aman, cobalah untuk mencari alternatif lain. Anda bisa mulai membawa botol minum yang terbuat dari tembaga, baja, atau bahkan kaca, yang tidak akan menyebabkan masalah serius pada kesehatan tubuh Anda. Selain dapat menghindari bahaya plastik pada tubuh, ini juga bisa membantu mengurangi sampah plastik yang semakin membanjiri Bumi ini.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article