Awas, Stres Bisa Akibatkan Sakit Jantung

Stres dapat memengaruhi kesehatan jantung. (Foto: American Heart Association)

Menjaga pikiran tetap positif adalah hal yang wajib dilakukan. Karena saat pikiran positif maka Anda akan terhindar dari stres dan membuat tubuh menjadi sehat. Tapi tahukah Anda bahwa stres berat juga dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan yang dapat mengancam jiwa Anda?

Saat stres melanda maka akan terjadi peningkatan hormon dalam tubuh yang dapat memicu impuls listrik di jantung. Dan saat hal ini terjadi maka akan terjadi gangguan sinyal listrik pada serambi jantung sehingga jantung jadi bergetar dan tidak dapat berfungsi dengan baik, kondisi inilah yang kerap dikatakan sebagai Fibrilasi Atrium.

Pada keadaan tersebut maka darah akan terkumpul di atrium dan membentuk bekuan darah yang dapat lepas dan langsung menuju ke otak sehingga berakibat stroke. Selain itu, FA juga berakibat gagal jantung yang menyebabkan cepat lelah, pusing, dan sesak nafas.

FA merupakan kondisi progresif, jika tidak diobati dapat memperburuk kondisi kesehatan dan timbul komplikasi. Penderita FA memiliki risiko stroke 5 kali lebih tinggi dibanding orang tanpa FA. Bila penderita FA mengalami stroke biasanya mengalami keparahan dan disabilitas yang lebih berat dibanding pasien stroke tanpa FA.


Selain faktor stres dan depresi terdapat beberapa faktor lain yang dapat menjadi faktor risiko seseorang mengalami FA, antara lain usia di atas 60 tahun, hipertensi, penyakit jantung koroner, gangguan tidur, penyakit tiroid, diabetes, konsumsi alkohol, dan infeksi berat.

Untuk itu selalu jaga kesehatan pikiran Anda. Jalani pola hidup sehat, dan cek kesehatan tubuh secara berkala. Karena deteksi dini mengenai masalah gangguan irama jantung akan membebaskan Anda dari serangan stroke akibat FA yang dapat membahayakan nyawa Anda.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article