Waspadai Gejala Infeksi Saluran Kemih Pada Anak

Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada anak di usia berapapun dan harus segera diatasi. (Unsplash/Adrian Naranjo)

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan sebuah gangguan yang terjadi pada saluran kemih atau pembuangan urin. ISK bukan hanya dapat terjadi pada dewasa, tetapi bisa juga terjadi pada anak-anak. Orangtua sebaiknya menyadari setiap keluhan yang terjadi pada anak. Saat anak enggan buang air kecil, bisa jadi ada sesuatu yang terjadi pada saluran kemihnya. ISK disebabkan oleh adanya kuman atau bakteri yang mengganggu jaringan ginjal.

Kenali gejalanya

ISK terbagi menjadi dua, yaitu ISK atas dan ISK bawah. ISK atas artinya infeksi terjadi di area sekitar kantung kemih hingga ke bagian atas kantung kemih. Sementara ISK bawah adalah infeksi yang terjadi di area kantung kemih hingga ke bagian bawah kantung kemih.

ISK atas dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, mual muntah, urin berbau tak sedap, berwarna keruh atau berdarah. Terkadang juga disertai dengan kejang. ISK atas ini termasuk ISK yang berat. Sedangkan ISK bawah akan menimbulkan gejala seperti buang air kecil lebih sering, sakit di area perut, sakit saat buang air kecil, dan terkadang ada darah pada urin.

Namun, ISK juga seringkali tidak menunjukkan gejala, terutama bila terjadi pada bayi. Hanya saja dapat memengaruhi pertumbuhan anak dan membuatnya menjadi lebih lambat. Anda sebaiknya segera memeriksakan bayi Anda ke dokter saat berat badannya tidak naik selama dua bulan berturut-turut.

Segera tangani

Saat anak menunjukkan gejala seperti di atas, Anda sebaiknya segera membawa anak ke dokter. Pada penyakit ISK yang masih ringan, proses penyembuhan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik untuk membunuh kuman, yang menjadi penyebab ISK. Pemberian antibiotik biasanya dilakukan selama tujuh hari. Setelah itu, sebaiknya anak kembali melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pengobatan yang dilakukan.

Pada kasus ISK yang berat, pasien umumnya harus dirawat inap dan diberikan antibiotik intravena. Masa penyembuhan ISK akan berbeda-beda pada setiap anak, tergantung daya tahan tubuh dan respon tubuh terhadap obat yang diberikan. Namun pastikan bahwa pengobatan yang diberikan dilakukan dengan tuntas, agar tidak menimbulkan penyakit yang lebih parah di kemudian hari.


Article By Rianti Fajar

Share Article