Tanda-tanda Pelekatan Menyusui yang Tepat

Pelekatan yang tepat dapat mendukung kesuksesan menyusui hingga bayi berusia dua tahun. (Unsplash/Dave Clubb)

Ada beragam kendala yang dapat menghambat pemberian ASI pada bayi. Salah satunya adalah pelekatan pada payudara. Pelekatan yang tidak tepat akan mengakibatkan bayi tidak menyusu dengan baik. Sehingga bayi tidak mendapatkan ASI sesuai dengan kebutuhannya. Sebaliknya, bila pelekatan dilakukan dengan benar, bayi akan mendapatkan manfaat seperti mendapatkan ASI dalam jumlah cukup, berat badan bayi meningkat sesuai usia, gerakan oromotor terlatih dan bagi ibu, pelekatan yang benar ini akan meningkatkan produksi ASI.

Untuk mengetahui apakah pelekatan yang dilakukan bayi dan ibu sudah benar, berikut tanda-tanda yang dapat Anda perhatikan:

1. Seluruh area areola ibu masuk ke dalam mulut bayi. Sehingga, tak ada bagian hitam payudara ibu yang masih terlihat.

2. Bibir bayi terbuka lebar. Bila diperhatikan, bibir bayi bagian atas dan bawah akan terbuka lebar dan dagu menempel pada payudara.

3. Tidak ada suara saat bayi menyusu. Bila bayi masih terdengar mengecap, itu artinya pelekatan belum sepenuhnya benar.

4. Tubuh bayi menempel pada tubuh ibu. Umumnya, bagian tubuh yang saling menempel adalah bagian perut. Dengan posisi ini diharapkan tubuh bayi dalam keadaan lurus dengan mulut.

5. Puting susu ibu tidak akan berubah bentuk setelah menyusui bayi.

6. Bayi tertidur setelah menyusu. Bila ia tidak tidur, setelah menyusu, bayi akan terlihat tenang dan puas.

Selain pelekatan, keberhasilan menyusui juga ditentukan oleh kerjasama ibu dan bayi. Baik bayi dan ibu perlu memiliki keterampilan yang baik dalam menyusui. Karena hal ini membutuhkan waktu dan latihan, maka bila Anda bermasalah dengan pelekatan menyusui, mungkin akan membutuhkan waktu sampai pelekatan yang dilakukan sudah benar. Saat Anda merasa kesulitan dalam menyusui bayi, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan konselor laktasi.


Article By Rianti Fajar

Share Article