Seberapa Banyak Kebutuhan Air untuk Ibu Hamil?

Berapa jumlah asupan air yang dibutuhkan oleh ibu hamil? (Foto: medicalnewstoday.com)

Air adalah komponen terbesar dalam tubuh kita. Sekitar 60 persen dari tubuh kita terdiri dari air. Dan dengan kuantitas yang sangat besar di dalam tubuh kita, tentunya air memiliki banyak manfaat seperti mengeluarkan racun dari tubuh, mengatur suhu tubuh dan membantu fungsi otak.

Kekurangan jumlah air di dalam tubuh, dapat menyebabkan tubuh kita dehidrasi. Itulah mengapa, rutin minum air sangat dianjurkan. Bahkan para ahli menyarankan untuk kita meminum setidaknya 2 liter air atau setara dengan 8 gelas air setiap hari untuk menghindari diri dari dehidrasi. 

Meski begitu, kebutuhan asupan air setiap individu jelas berbeda, tergantung dengan kondisi tubuh, aktivitas yang dilakukan, dan lain-lain, sehingga Anda perlu tanggap mengenai berapa jumlah air yang Anda butuhkan dalam sehari.

Hal ini juga berlaku bagi ibu hamil. Karena mengandung seorang bayi di dalam tubuhnya, tentu kebutuhan air bagi ibu hamil berbeda dengan oranga-orang yang tidak sedang hamil. Jumlah air yang dikonsumsi selama kehamilan sangat penting karena mengandung nutrisi untuk bayi, membantu menjaga tingkat cairan ketuban, dan mencegah masalah terkait kehamilan, seperti sembelit. 

Lalu, berapa jumlah air yang harus dikonsumsi ibu hamil dalam sehari?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, setiap orang paling tidak harus minum 2 liter atau 8-10 gelas air setiap hari agar menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Menjaga asupan cairan tak melulu harus dengan minum air putih, namun boleh juga dengan mengonsumsi jus dan makanan yang mengandung air seperti buah-buahan, sayuran, dan sup. Jumlah kebutuhan air ini harus terpenuhi paling tidak sampai sekitar usia kehamilan memasuki 27 minggu. Kemudian seiring dengan pertumbuhan bayi, Anda harus meningkatkan asupan cairan sekitar 500 ml.

Tapi hal ini memang tidak bisa diterapkan untuk semua ibu hamil. Jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau terlalu sering makan secara berlebihan maka Anda harus mengonsumsi lebih banyak air. Dehidrasi selama masa kehamilan tidak hanya memengaruhi tubuh Anda tetapi juga akan membahayakan bayi dalam kandungan Anda.

Bahkan terkadang ketika Anda sudah minum cukup air, Anda mungkin tetap akan mengalami dehidrasi sehingga Anda perlu menambah asupan cairan. Untuk mengetahui apakah Anda telah minum air yang cukup, periksa urine Anda. Jika urine berwarna kuning gelap maka tingkatkan lagi asupan cairan Anda. Jika Anda juga mengalami sembelit, kelelahan, atau sering merasa haus, cobalah untuk minum lebih banyak cairan.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article