Nyeri di Dada Selama Masa Kehamilan, Apa Penyebabnya?

Ini yang menyebabkan nyeri di dada selama masa kehamilan. (Foto: insider.com)

Kehamilan merupakan salah satu fase paling penting dalam hidup seorang wanita. Selama masa kehamilan, tubuh wanita mengalami banyak perubahan, termasuk perubahan-perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan. Saat ketidaknyamanan terjadi di area dada, penyebab paling umumnya adalah tekanan dari janin yang sedang tumbuh, refluks asam, atau masalah lain yang biasanya tidak berbahaya.

Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri di dada juga dapat timbul akibat masalah kardiovaskular atau komplikasi kehamilan. Berikut ini merupakan beberapa gejala yang biasanya menyertai kondisi nyeri dada selama kehamilan:

  • Sakit dada
  • Palpitasi jantung
  • Sesak napas
  • Pingsan
  • Kelelahan
  • Kesulitan bernapas saat tidur

Beberapa kondisi ini bisa jadi mengkhawatirkan, tapi sering kali, ini bukanlah satu kondisi kesehatan yang serius. Sementara itu, ada juga beberapa kondisi lain yang menjadi penyebab nyeri dada selama kehamilan, yang bisa jadi membahayakan kondisi ibu hamil, apa saja?

Heartburn

Ini merupakan suatu kondisi di mana timbul rasa perih dan panas seperti terbakar di area dada. Ketika seseorang makan, katup antara kerongkongan dan perut terbuka untuk membiarkan makanan masuk ke perut.

Ketika seseorang tidak makan, katup ini biasanya akan menutup. Namun dalam kondisi heartburn, asam lambung yang biasanya berfungsi untuk mencerna makanan justru naik dari lambung ke bagian kerongkongan melalui katup ini, sehingga menciptakan sensasi terbakar di area perut bagian atas atau dada bagian bawah.

Selama kehamilan, peningkatan kadar hormon progesteron menyebabkan kondisi katup menjadi lebih relaks sehingga mudah terbuka dan meningkatkan risiko refluks asam. Refluks asam dapat menyebabkan mulas, sensasi terbakar di tenggorokan atau mulut yang biasanya terjadi setelah makan, terutama ketika orang tersebut berbaring setelah makan.

Untuk mencegah kondisi ini, Anda sebaiknya:

  • Menghindari makanan yang pedas atau berminyak
  • Mengurangi porsi makan
  • Tetap dalam posisi tegak dalam waktu yang lebih lama setelah makan

Pertumbuhan janin dan rahim

Seiring bertambahnya ukuran janin, rahim juga akan menyesuaikan ukurannya, sehingga ini akan memberikan tekanan pada organ-organ di sekitar rahim termasuk paru-paru dan lambung. Tekanan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit di dada. Kondisi ini biasanya terjadi selama trimester kedua dan ketiga.

Meningkatnya tekanan di rongga dada juga dapat menyebabkan:

  • Lebih cepat kenyang saat makan
  • Detak jantung yang lebih cepat
  • Refluks asam
  • Sesak napas

Jika gejala ini Anda alami di masa kehamilan, segera kunjungi dokter dan periksakan kondisi Anda. Penanganan yang tepat akan membantu menghindarkan Anda dari kondisi lain yang berbahaya.

Meski dalam banyak kasus, nyeri dada dan ketidaknyamanan dapat terjadi akibat masalah yang relatif tidak berbahaya, namun seorang wanita hamil harus segera menemui dokter jika ia merasakan ketidaknyamanan yang sudah sangat mengganggu dan bahkan membuatnya sulit beraktivitas.

Penting untuk memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter kandungan secara rutin dan teratur sesuai jadwal, sehingga Anda bisa mengatasi dan mencegah gangguan-gangguan selama masa kehamilan dengan cepat dan tepat.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article