Manfaat Perawatan Medote Kanguru untuk Bayi

Perawatan metode kanguru memberikan manfaat bagi bayi. (foto: singapores child)

Kelahiran bayi prematur di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Menurut data WHO tahun 2013, ada 15 bayi prematur dari 100 kelahiran di Indonesia. Indonesia berada pada urutan kelima terbesar di dunia yang angka kelahiran prematurnya masih tinggi. Dikatakan bayi lahir prematur bila bayi terlahir saat usia kandungan di bawah 37 minggu. Berat badan bayi yang prematur juga biasanya di bawah 2.500 gram.

Perawatan bayi prematur yang cukup dikenal adalah NICU. Selama beberapa hari bayi akan dirawat dalam ruangan tersebut. Selain itu, bayi juga bisa mendapatkan perawatan alami yang melibatkan orangtua. Kangaroo Mother Care (KMC) atau Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan perawatan untuk bayi berat lahir rendah atau prematur dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan kulit ibu, sehingga suhu tubuh ibu bisa menghangatkan bayi. Tak hanya menghangatkan, metode ini juga bisa mempermudah pemberian ASI dan meningkatkan ikatan emosi antara orangtua dan bayi.

Perawatan metode kanguru ini terdiri dari 4 komponen, yaitu posisi, pemberian nutrisi, dukungan dan dilakukan secara mandiri di rumah. Posisi yang disarankan untuk melakukan perawatan ini adalah menempatkan bayi dengan posisi tegak di dada ibu, yaitu di antara kedua payudara ibu, tanpa pakaian. 

Dengan melakuka  perawatan ini, bayi bisa mendapatkan manfaat seperti:

Berkurangnya infeksi bayi
Perawatan metode kanguru dapat mengurangi kejadian infeksi pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah selama perawatan. Sehingga, bayi pun bisa lebih cepat keluar dari rumah sakit.

Mengurangi angka kematian bayi
Dengan menjaga suhu tubuh bayi, maka risiko hipotermia yang mengancam nyawa bayi akan berkurang. Saat bedara dalam pelukan orangtua, bayi akan merasa lebih aman dan nyaman, sehingga denyut jantung akan lebih stabil.

Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kenaikkan berat badan, panjang badan dan lingkar kepala pada bayi yang lahir dengan berat badan rendah yang melakukan metode perawatan kanguru ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan perawatan dengan metode konvensional.

Memperlancar pemberian ASI
Dengan metode ini juga pemberian ASI bisa dilakukan dengan lebih baik. ASI mengandung faktor imunologi dan faktor pertumbuhan yang sangat dibutuhkan bayi prematur. Satu atau dua tetes ASI saja dapat digunakan bayi untuk 'pengobatan'. Beberapa tetes ASI ini akan diberikan pada bayi dengan cara dioleskan di bibirnya. Bila ASI dapat terus diberikan, maka diharapkan waktu perawatan bayi di NICU menjadi lebih singkat.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article