Makanan Manis Bukan Musuh Anak

Batasi konsumsi gula pada anak untuk menjaga kesehatannya. (Foto: Candy Industry)

Bagi anak, gula ibarat candu. Kebiasaan anak mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi akan mendorong anak meminta makanan manis lebih banyak. Bila kondisi ini dibiarkan terus menerus, maka konsumsi makanan manis dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak kelak.

Menurut David Ludwig, Guru Besar Ilmu Pediatri di Harvard Medical School, terdapat gangguan yang dapat terjadi saat anak mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi. Makanan ini akan menaikkan kadar gula darah dengan cepat namun bersifat sementara. Efeknya, akan ada dorongan energi pada anak dan membuatnya sulit memfokuskan perhatian.

Alasan lain untuk membatasi makanan manis pada anak adalah rasa kenyang berlebihan pada anak sehingga ia enggan mengonsumsi makanan bergizi lainnya. Lebih jauh, makanan manis juga meningkatkan risiko terjadinya obesitas di masa mendatang.

Untuk menghindari segala ancaman kesehatan di atas, ada baiknya Anda mulai memberikan aturan konsumsi gula pada anak. Tak perlu menjadikan makanan manis sebagai musuh, namun terapkan aturan sederhana ini:

1. Kenali makanan anak
Kenali semua jenis makanan anak, baik makanan dan minuman di rumah maupun di sekolahnya. Selektiflah dalam membaca bahan pembuatnya pada label makanan. Beberapa daftar gula tambahan yang kerap ada di dalam makanan dan minuman kemasan antara lain maltose, sukrosa, glukosa, dekstrosa, sirup jagung
fruktosa, konsentrat jus buah, barley malt, diastatic malt, etil maltol, dan maltodekstrin.

2. Hindari menghubungkan makanan manis dengan kenyamanan anak
Pernahkan Anda menggunakan permen atau cokelat sebagai 'senjata' untuk menengkan anak saat ia sedang rewel? Jika ya, segera hentikan kebiasaan tersebut. Hal tersebut membuat hubungan yang tidak sehat antara emosi anak dengan makanan manis. Kebiasaan ini akan membuat anak berpikir bahwa makanan manis membantu menyelesaikan masalahnya.

3. Gula alami lebih baik
Selain lebih sehat, gula alami yang terdapat dalam makanan juga akan membuat anak menyukainya. Gula alami ini contohnya gula buah, yang bisa Anda kreasikan menjadi makanan lezat.

4. Batasi, bukan melarang
Bila anak sudah terlanjur mengenal lezatnya makanan manis seperti permen atau es krim, salah satu cara untuk mengurangi konsumsinya bukan dengan melarangnya. Sebab, pelarangan justru akan membuat anak mencuri-curi kesempatan untuk mendapatkan makanan tersebut. Sebaliknya, Anda bisa mulai membatasi konsumsinya secara bertahap.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article