Ini yang Akan Terjadi pada Bayi jika Ibu Hamil Alami Stres

Jika ibu hamil alami stres, ini yang akan terjadi pada bayi yang dikandungnya. (Foto: tribune.com.pk)

Wanita hamil rentan untuk mengalami stres, padahal stres merupakan satu hal yang harus dihindari. Hal ini karena stres yang dialami oleh ibu hamil akan memiliki dampak langsung pada bayi yang belum lahir.

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab stres pada ibu hamil. Misalnya depresi, masalah dengan pasangan, masalah internal keluarga, masalah pekerjaan, bahkan masalah pada kehamilannya. Dan sangat penting bagi ibu hamil untuk mengetahui apa penyebab stres yang dialaminya. Hal ini guna mengidentifikasi solusi apa yang tepat untuk mengatasinya.

Semakin cepat Anda mengetahui apa penyebab stres yang Anda alami dan mencapai solusi untuk mengatasinya, maka akan semakin baik untuk kondisi kesehatan Anda dan buah hati dalam kandungan Anda.

Beriut ini merupakan beberapa hal yang dapat memengaruhi bayi dalam kandungan, jika ibu hamil mengalami stres:

Peningkatan detak jantung janin

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan sejumlah hormon stres. Hormon-hormon ini merupakan hormon yag sama yang dikeluarkan tubuh saat seseorang dalam bahaya. Hormon ini dapat memperkuat otot-otot, guna mempersiapkan tubuh dari segala kemungkinan, misalnya untuk melarikan diri dari bahaya. Dan hal ini dapat menyebabkan peningkatan tiba-tiba pada detak jantung Anda.

Perubahan mendadak pada salah satu organ vital dalam tubuh akan berdampak negatif terhadap anak yang ada dalam kandungan. Jadi, demi kesehatan dan keselamatan Anda dan buah hati yang dikandung, maka disarankan bagi Anda yang tengah hamil untuk menjauhkan diri dari stres.

Peradangan

Kasus peradangan banyak terlihat pada anak-anak yang berada dalam kandungan ibu hamil yang mengalami stres dalam periode waktu yang lama. Penting untuk memahami bahwa ketika seorang anak tumbuh dalam kandungan Anda, maka semua indranya akan berkembang. Dalam situasi seperti itu, sistem manajemen stres dalam tubuh juga akan berkembang. Jika tubuh Anda mengalami stres yang lebih besar dari biasanya, ini akan menyebabkan sistem manajemen stres tidak berfungsi sebagai mana mestinya.

Ini akan memberikan konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang pada anak Anda. Dalam banyak kasus, janin akan bereaksi secara berlebihan dan mengirimkan respons inflamasi atau peradangan. Respons inflamasi ini memiliki dampak langsung pada kesehatan kehamilan janin secara keseluruhan selama sembilan bulan dan mungkin akan berdampak juga pada kelahirannya.

Berat lahir rendah

Jika berbicara tentang komplikasi saat bayi lahir, berat lahir yang rendah merupakan salah satu dampak paling umum dari stres yang dialami selama masa kehamilan. Tingkat stres yang tinggi membuat janin tidak dapat menyerap nutrisi dari tubuh ibunya dengan baik. Akibatnya, ia akan terlahir dalam berat dan ukuran yang lebih kecil dari yang diharapkan. Dalam beberapa kasus ekstrem, stres pada masa kehamilan juga dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Perkembangan otak janin

Salah satu dampak langsung dari stres yang dialami ibu hamil ialah perkembangan otak janin. Bahkan hal ini akan memberikan implikasi jangka panjang pada anak. Saat anak tumbuh, ini akan memengaruhi ketidakmampuannya untuk berkonsentrasi, hingga perubahan temperamen yang tiba-tiba. Hal ini juga akan meningkatkan risiko hipertensi pada anak-anak tersebut dan membuat mereka menjadi sesorang yang rentan stres di tahap kehidupan selanjutnya.

Kemungkinan keguguran

Dokter telah menetapkan bahwa stres dalam bentuk apapun dapat menyebabkan kerusakan kimia di rahim. Ini akibat pelepasan hormon pelepas kortikotropin (CRH). Kadar CRH yang tinggi dalam aliran darah dapat memicu kontraksi uterus yang tinggi, dan jika terjadi pada waktu yang salah bahkan dapat menyebabkan wanita mengalami keguguran.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article