Begini Cara Merawat Luka Setelah Sunat

Perhatikan cara merawat luka pasca sunat agar terhindar dari infeksi. (Pixabay/victoria_borodinova)

Salah satu alasan yang mendasari seorang anak laki-laki untuk melakukan sunat adalah alasan kesehatan. Sunat sendiri merupakan proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Ada beragam metode yang dapat dilakukan saat sunat. Mulai dari metode konvensional, smart klamp hingga laser. 

Proses sunat bisa terbilang sebentar, hanya sekitar 15-30 menit. Sayangnya, proses penyembuhan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Rata-rata luka sunat bisa sembuh dalam waktu 4 hari hingga 2 minggu, tergantung proses yang dipilih dan kondisi anak. Saat proses penyembuhan inilah, orangtua perlu memerhatikan cara merawat luka sunat.

Tak ada hal khusus yang perlu dilakukan orangtua dalam merawat luka sunat. Hanya saja, kebersihan luka menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Luka sunat yang kurang bersih akan berisiko menimbulkan infeksi dan membahayan penis anak.

Menurut dr. Antonius Agung Purnama, dokter spesialis bedah dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, setelah lepas perban, Anda harus membersihkan penis dengan air hangat. Pastikan juga jangan sampai ada sisa kotoran yang menempel setiap selesai buang air.

Tak hanya bagian penis saja, area sekitar penis juga harus selalu bersih. Ini agar tak ada kuman yang menempel di penis.

Selain menjaga kebersihannya, luka sunat juga harus selalu lembap untuk mempercepat proses penyembuhan. Dokter Antonius menyarankan untuk menggunakan salep antibiotik (dengan resep dokter) atau petroleum jelly. Semakin lembap kulit, maka luka sunat akan lebih cepat sembuh. Sebaliknya, bila kulitnya kering, maka luka sunat akan makin lama sembuh.

Cara merawat luka sunat ini berlaku untuk semua metode sunat. "Pada prinsipnya, semua metode sunat sama baiknya, dan cara merawatnya pun sama. Semua tergantung kenyamanan anak dan orangtua saja," jelas dr. Antonius.

Konsultasi: dr. Antonius Agung Purnama, SpB, dokter spesialis bedah dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article