Bahaya Kelebihan Berat Badan Saat Hamil

Timbang berat badan Anda selama hamil secara berkala untuk mencegah terjadinya obesitas dan diabetes. (Unsplash/JohnLooy)

Kelebihan berat badan dan kadar gula darah yang tinggi saat kehamilan, meningkatkan risiko obesitas pada bayi yang dikandung. Peneliti dari Kaiser Permanente Center for Health Research menemukan bahwa, ibu hamil yang berat badannya meningkat lebih dari 20 kilogram atau memiliki gula darah yang tinggi selama kehamilan, akan cenderung memiliki bayi obesitas sejak masih dalam kandungan.

Berbagai penelitian memang telah membuktikan bahwa obesitas dapat diturunkan dari orangtua ke anak, baik secara genetik, maupun melalui kondisi kesehatan ibu saat mengandung. Maka dari itu, orangtua disarankan untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak, sedini mungkin, yaitu saat anak masih berada di dalam kandungan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), menyarankan agar ibu hamil yang sebelumnya memiliki berat badan normal, tidak mengalami kenaikan berat badan lebih dari 20 kilogram selama kehamilan. Sedangkan bagi Anda yang sudah mengalami kelebihan berat badan sebelum hamil, hindari kenaikan berat badan lebih dari 10 hingga 12 kilogram saat hamil.

Selain mencegah terjadinya obesitas pada bayi, mengontrol berat badan dan gula darah saat hamil juga dapat mencegah terjadinya penyakit diabetes gestasional. Penyakit yang satu ini dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak sebanyak 10 hingga 30 persen. Ketika dilahirkan, bayi dengan ibu yang memiliki diabetes gestasional akan memiliki berat badan yang besar. Hal tersebut dapat memicu proses kelahiran secara operasi cesar.

Agar tidak terjadi berbagai risiko dan gangguan kesehatan pada diri sendiri maupun pada bayi, Anda sebaiknya menerapkan pola makan sehat dan menjalankan olahraga. Gaya hidup yang sehat, dapat menjamin kesehatan ibu dan janin hingga lahir. Selain itu, jangan lupa juga untuk memeriksakan diri ke dokter secara berkala.


Article By Rianti Fajar

Share Article