Apa yang Terjadi Jika Ibu Hamil Kurang Minum Air?

Ini yang akan terjadi jika ibu hamil kurang minum air. (Foto: verywellhealth.com)

Air merupakan komponen terpenting dalam hidup kita. Tanpanya, kita tidak akan bisa bertahan hidup. Tubuh kita terdiri dari sejumlah besar air, sehingga, kekurangan air bisa membuat tubuh tidak berfungsi secara normal.

Pada ibu hamil, kebutuhan akan air tentu meningkat. Ini karena ia tak hanya menopang satu tubuh, melainkan dua tubuh yang harus terus diberikan nutrisi sehat agar bisa bertahan hidup. Lalu berapa banyak air yang dibutuhkan oleh ibu hamil agar membuat diri dan kondisi kandungannya tetap sehat?

Dokter merekomendasikan bahwa seorang ibu hamil harus mengkonsumsi sekitar 2,3 liter cairan setiap hari. Ini sama saja dengan 10 gelas air setiap hari. Meski begitu, air putih bukan satu-satunya sumber cairan yang bisa dimiliki oleh ibu hamil.

Ada beberapa cairan lain yang harus dimasukkan oleh ibu hamil sebagai bagian dari asupan hariannya, guna memastikan manfaat kesehatan yang cukup untuk dirinya dan bayi yang dikandungnya.

Lalu, apa yang terjadi jika ibu hamil kurang minum air?

Jika seorang ibu hamil tidak minum air dengan cukup, ada banyak masalah yang akan menghampiri, bukan hanya pada dirinya namun juga pada bayi yang ia kandung. Berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa terjadi jika ibu hamil tidak cukup minum air:

Suhu tubuh meningkat

Ketika seorang ibu hamil tidak minum cukup air, akan sangat sulit baginya untuk mengatur suhu tubuh. Secara alami, panas yang dihasilkan di dalam tubuh ibu hamil lebih tinggi jika dibandingkan dengan tubuh normal. Akibatnya, jika sesuatu tidak berjalan dengan benar, misalnya kurang minum air, ini akan membuat ibu hamil menjadi rentan terhadap suatu masalah di tubuh. Jika hal ini terjadi pada trimester pertama masa kehamilannya, ini dapat menyebabkan cacat tabung saraf pada janin dan bahkan keguguran.

Memengaruhi produksi ASI

Kurangnya konsumsi air selama kehamilan memengaruhi kemampuan wanita untuk memproduksi susu. Dalam kondisi ekstrem, ini dapat menyebabkan situasi di mana tubuh ibu tidak menghasilkan cukup ASI untuk dapat memberikan nutrisi yang sehat kepada anak yang baru lahir. Untuk menghindari hal seperti itu terjadi, pastikan Anda mengonsumsi dosis air yang disarankan setiap hari.

Urine terkonsentrasi

Minum lebih sedikit air membuat urine lebih terkonsentrasi. Tak hanya dapat meningkatkan risiko infeksi, tetapi jika terus dibiarkan hingga trimester akhir, ini dapat memicu kontraksi. Kontraksi inilah yang menyebabkan persalinan prematur.

Dehidrasi dan dampaknya terhadap janin

Tak hanya buruk pada ibu, dehidrasi juga akan berdampak buruk pada janin. Dehidrasi membuat kemungkinan cacat lahir meningkat berlipat ganda. Dampak utama dari dehidrasi adalah fakta bahwa tingkat cairan ketuban dalam tubuh menurun. Cairan ketuban berperan sebagai lapisan pelindung terhadap sejumlah kondisi eksternal. Pengurangan volume air ketuban akan berdampak negatif pada tubuh. Jika hal ini terjadi, maka risiko kelahiran prematur akan meningkat.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article