Amankah Pemakaian Baby Walker pada Bayi?

Penggunaan baby walker tidak disarankan untuk bayi. (Foto: briskybaby.com)

Saat sudah memiliki pasangan dan menikah, tentu kehadiran buah hati akan menjadi pelengkap bagi perjalanan kehidupan baru Anda. Saat sang anak terlahir ke dunia, Anda tentu ingin semua hal yang terbaik untuk tumbuh kembang anak Anda.

Akhirnya, Anda dengan rela meluangkan waktu mencari dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang bisa menunjang tumbuh kembang anak Anda. Salah satu yang paling sering dibeli oleh orang tua adalah baby walker. Langkah pertama sang anak tentu menjadi momen penting yang ditunggu-tunggu oleh orang tua, itulah mengapa banyak yang berpikir pemakaian baby walker akan sangat baik untuk dapat membuat anak terbiasa berjalan sejak dini.

Tapi, benarkah pemakaian baby walker baik untuk tumbuh kembang anak?

Saat sudah semakin bertumbuh, bayi secara perlahan dan bertahap akan mulai menggunakan kaki dan tangannya untuk berpindah-pindah tempat. Mulanya bayi akan mencoba merangkak dengan tangan dan kakinya, lalu seiring berjalannya waktu ia akan mulai mencoba berdiri dan akhirnya berjalan sedikit-sedikit.

Baby walker digunakan agar bayi bisa lebih cepat berjalan dan tentu saja agar tetap aman ketika orang tua sedang tidak memperhatikan si bayi. Sayanganya penggunaan baby walker ternyata tidak disarankan, karena dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian, di mana pemakaian baby walker pad bayi tidak disarankan karena cenderung menyeret bayi untuk berjalan, meskipun mereka belum sepenuhnya siap untuk berdiri dan berjalan.

Data dari penelitian pun melihat bahwa pemakaian baby walker tidak dapat dikaitkan dengan peningkatan perkembangan pada anak. Para ahli menyebutkan, bahwa penggunaan baby walker justru akan memperlambat perkembangan motorik bayi yang seharusnya sedang berlatih untuk duduk, merangkak, dan bahkan berjalan. Penggunaan baby walker bisa membuat bayi jadi malas untuk berjalan sendiri.

Ini menjadi semakin jelas, bahwa penggunaan baby walker nyatanya tidak dibutuhkan dalam masa-masa tumbuh kembang anak. 

Lalu, bagaimana dengan keamanan untuk anak yang selalu digadang-gadang orang tua ketika menaruh bayi mereka dalam baby walker?

Nyatanya, beberapa negara sudah melarang penggunaan baby walker yang justru bisa membahayakan bayi. Orang tua cenderung memanfaatkan baby walker agar mereka bisa melakukan aktivitas lain tanpa gangguan anak. Padahal, anak yang beraktivitas dengan baby walker tanpa pengawasan orang tua juga rentan mengalami berbagai bahaya.

Misalnya saja jika Anda dan bayi Anda berada di lantai 2 rumah, penggunaan baby walker tanpa pengawasan orang tua bisa membuat bayi pergi ke manapun termasuk berada di dekat tangga. Ini bisa membuat bayi rentan jatuh dari tangga, karena roda pada baby walker bisa membawanya meluncur ke manapun.

Jari-jari kaki bayi juga rentan terjepti saat baby walker menabrak dinding atau perabot di dalam rumah. Bayi juga bisa lebih mudah meraih benda-benda yang berbahaya, seperti air panas, colokan listrik, atau gelas dan piring kaca.

Semua hal ini harus menjadi perhatian dan pertimbangan orang tua sebelum memutuskan untuk membeli baby walker dan menggunakannya untuk anak-anak mereka. Tidak semua perlengkapan bayi aman dan bermanfaat untuk tumbuh kembangnya, beberapa justru bisa menghambat perkembangan bayi di masa-masa emasnya. Orang tua perlu lebih cermat dan teliti tiap kali membeli perlengkapan baru untuk si buah hati. Pilihlah perlengkapan yang memang sudah terbukti bermanfaat dan mendorong tumbuh kembang si kecil.


Article By Claudia Ramadhani

Share Article