4 Cara Mengenalkan Macam-macam Emosi Pada Anak

Masuk usia dua tahun, seringkali anak mengalami tantrum. Sesaat ia tertawa-tawa, namun sesaat kemudian ia bisa menangis karena hal sepele. Ini semua terjadi karena anak belum dapat mengelola emosi yang ia rasakan dengan baik. Mengajarkan anak tentang emosi yang ia alami akan membuat ia lebih mudah beradaptasi pada lingkungan bermainnya.

Ajarkan emosi pada anak dimulai dari emosi-emosi yang sederhana, seperti ras amarah, sedih, dan senang. Semakin dini anak belajar tentang emosi, maka akan semakin baik ia mengelola emosinya. Ia pun jadi lebih mudah mengendalikan dirinya.

Berikut 4 cara mengenalkan macam-macam emosi pada anak:

1. Membuat label emosi
Saat anak menangis, tenangkan ia sembari mengatakan bahwa ia sedang sedih. Dengan begitu anak memahami bahwa apa yang terjadi saat ia menangis adalah rasa sedih. Begitu juga saat si kecil sedang merasa senang, ucapkan bahwa ia sedang merasa senang. Pengucapan beragam jenis emosi secara berulang-ulang akan membuat anak merasa familiar dengan ragam emosi. Sehingga, saat anak sudah mulai lancar berbicara dan emosi yang ia rasakan lebih kompleks, ia bisa mengungkapkan dengan benar emosi yang sedang ia rasakan.

2. Berikan anak ruang
Berikan ruang bagi anak untuk merasakan semua emosi. Baik rasa sedih, gembira, marah maupun senang. Bila anak menangis, biarkan ia menangis lebih dahulu, sebelum kemudian Anda menghiburnya. Bila Anda selalu menghindarkan emosi tertentu seperti sedih dan marah pada anak, akibatnya anak tidak memiliki pengalaman dalam mengelola emosi tersebut. Ia pun tak bisa memahami emosi terebut.

3. Memberikan contoh
Untuk anak yang lebih besar, berikan contoh beberapa bentuk emosi. Misalnya saat Anda sedang marah, perlihatkan ekspresi wajah Anda saat sedang marah. Hal ini berguna bagi anak untuk memperlihatkan konsep emosi secara nyata pada anak. Begitu juga dengan rasa sedih, senang dan kecewa, tunjukkan melalui kata-kata maupun ekspresi.

4. Memperlihatkan emosi orang lain
Ini dapat dilakukan saat Anda sedang mendampingi si kecil menonton televisi. Bila ada adegan anak yang sedang sedih, katakan bahwa tokoh tersebut sedang sedih. Anda juga bisa memperlihatkan beragam emosi melalui film. Jelaskan emosi yang sedang dialami oleh tokoh film tersebut pada anak. Dengan begitu anak akan belajar mengamati emosi orang lain, dan belajar lebih sensitif untuk berperilaku yang tepat di lingkungannya.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article