10 Mitos ASI yang Tidak Perlu Anda Percayai - Bagian 2

ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi. Sayangnya, mitos yang disampaikan oleh keluarga, kerabat, atau bahkan orangtua, sering membuat ibu menjadi ragu untuk menyusui. Hal tersebut tentu saja sangat merugikan ibu dan bayi. Bekali diri Anda dengan fakta yang benar agar bisa menyangkal berbagai mitos tersebut dan tetap dapat menyusui bayi Anda. 

Beberapa mitos yang sering beredar di masyarakat adalah:

ASI di hari pertama setelah melahirkan, berwarna keruh, sehingga tidak baik diberikan pada bayi

Fakta: ASI terbaik yang dapat Anda berikan pada bayi, justru yang keluar di hari pertama setelah Anda melahirkan. ASI berwarna keruh kekuningan tersebut merupakan kolostrum yang hanya diproduksi setelah Anda melahirkan. Jadi jangan lupa untuk meminta dokter yang menangani kelahiran Anda untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sehingga bayi bisa mendapatkan kolostrum tersebut.

Ibu menyusui tidak boleh mengonsumsi ikan dan telur, sebab bisa mengakibatkan ASI bau amis

Fakta: Ibu hamil boleh mengonsumsi ikan dan telur yang merupakan sumber protein untuk tubuh. Konsumsi ikan dan telur tidak akan membuat ASI menjadi bau amis.

Bayi memerlukan tambahan air putih agar tidak haus saat cuaca panas

Fakta: Komponen air di dalam ASI sudah mencukupi kebutuhan cairan bayi, sehingga bayi yang berusia di bawah enam bulan tidak memerlukan cairan tambahan. Apalagi fungsi ginjal pada bayi masih belum sempurna, sehingga tidak dapat mencerna apabila kelebihan cairan.

ASI tidak bisa membuat bayi gemuk

Fakta: ASI merupakan asupan makanan yang ideal bagi bayi. Gemuk juga bukan ukuran kesehatan bayi. Selama grafik pertumbuhan bayi sesuai dengan usianya maka Anda tidak perlu khawatir. Bayi yang terlalu gemuk atau obesitas justru  bisa membahayakan kesehatan bayi Anda karena berisiko terkena diabetes.

Menyusui dapat membuat payudara kendur

Fakta: Bentuk payudara seorang wanita dipengaruhi oleh usia. Jadi menyusui tidak akan membuat payudara Anda kendur. Payudara bersifat elastis, sehingga bentuknya akan kembali seperti semula setelah Anda menyusui bayi Anda.
 


Article By Bebby Sekarsari

Share Article