10 Mitos ASI yang Tidak Perlu Anda Percayai - Bagian 1

Memberikan ASI eksklusif merupakan langkah yang baik di awal kehidupan bayi. ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi. Untuk dapat sukses memberikan ASI selama dua tahun, seorang ibu perlu memiliki pengetahuan yang cukup seputar ASI dan menyusui. Dengan pengetahuan yang memadai, ibu tidak akan disesatkan oleh berbagai mitos yang beredar di masyarakat.

Beberapa mitos yang sering beredar di masyarakat adalah:

Ukuran payudara yang kecil hanya menghasilkan sedikit ASI

Fakta: Ukuran payudara tidak memengaruhi jumlah ASI yang diproduksi. Selama Anda mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup, stimulasi yang baik, dan terus memberikan ASI pada bayi, maka ASI Anda akan terus diproduksi.

Bayi menangis setelah menyusui karena ASI kurang

Fakta: Tidak selamanya tangisan bayi disebabkan oleh asupan ASI yang kurang. Ada banyak faktor lainnya yang menyebabkan bayi menangis. Untuk menenangkan bayi, Anda bisa mencoba memeluk atau menggendong bayi. Mungkin bayi Anda hanya ingin lebih dekat dengan Anda atau mungkin ia mengantuk setelah menyusu.

Memerah ASI dapat membuat ASI kering

Fakta: Prinsip ASI adalah semakin banyak ASI dikeluarkan, maka akan semakin banyak juga ASI yang diproduksi. Jadi Anda tidak perlu khawatir untuk memerah ASI Anda. Apalagi bila Anda harus bekerja meninggalkan bayi Anda. Memberikan ASI perah tentu saja lebih baik daripada harus menggantinya dengan susu formula.

ASI di pagi hari adalah ASI basi sehingga harus diperah dan dibuang dulu baru bisa menyusui

Fakta: Selama berada di dalam payudara ibu, ASI tetap memiliki kualitas yang baik. Jadi kapanpun dan di manapun, ASI tidak akan pernah basi dan Anda bisa langsung memberikannya pada bayi Anda.

Semakin tua usia ibu, kualitas ASI semakin menurun

Fakta: Berapapun usia Anda, saat ASI masih diproduksi maka kualitas ASI akan sama saja. Usia sama sekali tidak menentukan kualitas ASI yang Anda produksi. Jadi berapapun usia Anda saat memiliki bayi, tetaplah menyusuinya hingga berusia dua tahun.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article