Waspadai Gejala Cedera Tulang

Tulang merupakan salah satu anggota tubuh yang perlu dijaga. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari cedera tulang yang dialami. Banyak juga yang mengabaikan rasa nyeri pada tulang yang sudah sejak lama dirasakan. Padahal bila cedera tulang dibiarkan, dapat menimbulkan gangguan tulang yang lebih berbahaya.

Tulang memiliki banyak saraf halus, sehingga orang yang mengalami cedera tulang akan merasakan nyeri yang cukup intens jika tulangnya digerakkan (rasa nyeri akan berkurang kalau tulang yang cedera tidak digerakkan). Lalu, akan terjadi pula pembengkakan, memar, atau perubahan bentuk pada area tulang yang cedera. Jika cederanya sangat parah, bahkan sampai tidak mampu digerakkan.

Pemeriksaan dan tindakan pada cedera tulang bergantung pada tingkat keparahan cederanya. Biasanya dokter akan menanyakan dulu bagaimana peristiwa terjadinya cedera dan bagian mana yang sakit. Setelah itu dilakukan juga pemeriksaan fisik pada bagian yang sakit untuk mengetahui lokasi pasti tulang yang cedera, sekaligus mencari tahu apakah melibatkan pembuluh darah atau syaraf. Kemudian dokter akan memasang bidai pada bagian yang cedera dan mengirimkan pasien ke bagian x-ray untuk difoto, untuk memutuskan tindakan selanjutnya.

Cedera tulang tidak melulu harus dioperasi. Dokter akan memeriksa dulu hasil rontgen untuk melihat tingkat keparahan tulang yang cedera. Kalau tidak parah dan pasiennya anak-anak, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan operasi.

Pada dasarnya, tulang adalah organ hidup yang bisa menyambung dengan sendirinya tanpa diobati. Sehingga tindakan utama yang akan dilakukan adalah mengembalikan tulang ke posisi semula. Kemudian, berusaha mempertahankan posisi tersebut hingga tulang sembuh. Tindakan operasi hanya akan diambil kalau cedera berat, seperti patah tulang di mana patahannya tidak stabil.

Sumber: Majalah Silver, Siloam Hospitals.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article