Waspadai Gejala Awal Stroke Ini

Di antara tujuh orang yang meninggal di Indonesia, satu di antaranya disebabkan oleh stroke. Penyebab stroke yang paling sering terjadi adalah gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi lemak jenuh atau natrium yang berlebihan. Saat ini stroke tidak hanya menimpa lansia, tetapi juga bisa terjadi pada orang yang berusia lebih muda.

Banyak penderita stroke yang tidak sadar kalau dirinya memiliki risiko stroke. Hal tersebut seringkali mengangetkan penderita di masa awal terserang stroke. Selain itu banyak juga yang tidak paham gejala awal stroke, hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan saat sudah terserang stroke. Untuk itu penting bagi Anda untuk mengetahui gejala awal terjadinya stroke.

Stroke terjadi karena otak tidak mendapatkan aliran darah yang dibutuhkan. Stroke bisa juga terjadi karena tidak adanya aliran oksigen yang mengalir ke dalam otak. Stroke dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh, hingga cacat permanen. Ketika gejala stroke muncul, Anda sebaiknya segera mencari pertolongan. Semakin cepat Anda mendapatkan pertolongan, maka semakin kecil kemungkinan Anda mengalami cacat permanen.

Bila Anda memiliki riwayat atau faktor risiko stroke, Anda harus mewaspadai gejala stroke seperti mati rasa atau kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi, bingung atau kesulitan memahami orang lain, kesulitan berbicara, kesulitan melihat dengan satu atau kedua mata, kesulitan berjalan atau sulit menyeimbangkan tubuh, serta pusing atau sakit kepala parah yang datang tanpa alasan yang jelas.

Ketika gejala-gejala tersebut datang, segeralah meminta bantuan pada orang di dekat Anda untuk membawa Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Stroke bukanlah penyakit yang tidak dapat diobati. Pada gejala stroke yang ringan, Anda bahkan bisa sembuh total tanpa cacat, asalkan ditangani dengan cepat dan tepat. Kita sebaiknya lebih waspada dan menyadari sekecil apapun gejala stroke yang muncul. Selama ini orang seringkali menyangkal bahwa dirinya mengalami stroke, hingga akhirnya stroke semakin parah dan tidak bisa diselamatkan.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article