Penyebab Asam Urat Bisa Bahayakan Ginjal

14 September 2017 10:45:29
By : Bebby Sekarsari Penyebab Asam Urat Bisa Bahayakan Ginjal

Asam urat ternyata bisa membahayakan ginjal. (Flickr)

Penyakit asam urat dan batu ginjal mungkin tampak seperti dua penyakit berbeda, yang tidak ada kaitannya. Gejala dari masing-masing penyakit pun berbeda. Asam urat menyebabkan pembengkakan dan nyeri di area kaki dan persendian, sementara batu ginjal menyebabkan nyeri di punggung, atau darah dalam air seni. Walaupun gejalanya berbeda, namun penyebabnya sama-sama berkaitan dengan hiperurisemia.

Hiperurisemia adalah istilah medis untuk kelebihan asam urat dalam darah. Penyebab utama dari hiperurisemia adalah berlebihan konsumsi makanan dengan kandungan purin yang tinggi. Purin merupakan salah satu senyawa yang terdapat dalam protein dan melalui proses oksidasi dalam tubuh akan diubah jadi asam urat. Makanan yang tinggi akan purin, antara lain daging merah, jeroan, kepiting, udang, kerang, dan alkohol. Organ tubuh yang mengurai purin menjadi asam urat serta mengatur jumlahnya dalam darah adalah ginjal. Apabila orang menderita hiperurisemia, ginjal tidak sanggup mengeluarkan kelebihan asam urat, yang lambat laun dapat menumpuk dan membentuk kristal. Kristal ini dapat masuk saluran darah dan mengendap di persendian kaki, atau tetap di ginjal dan membentuk batu ginjal.

Walau hiperurisemia adalah penyebab utama dari asam urat, kadar asam urat yang tinggi tidak selalu mengakibatkan batu ginjal. Batu ginjal terbentuk apabila cairan yang melalui ginjal mengandung bahan-bahan yang dapat menjadi kristal, seperti kalsium, oksalat dan asam urat. Apabila Anda kurang minum air putih atau mengalami dehidrasi, kristal-kristal ini tidak dapat larut dan keluar bersama air seni, hingga akhirnya membesar dalam ginjal.

Cara terbaik agar asam urat maupun batu ginjal tidak mengganggu kesehatan Anda adalah dengan mengubah gaya hidup. Dengan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi akan purin, minum banyak air putih dan olahraga, risiko asam urat maupun batu ginjal dapat dikurangi secara signifikan. Membatasi konsumsi makanan dan minuman manis serta alkohol juga membantu mengurangi risiko Anda. Hindari diet yang mengurangi berat badan secara drastis, karena dapat mengubah air seni menjadi asam, sehingga sulit untuk mengurai asam urat. Terakhir, minum paling sedikit dua liter air putih tiap hari, agar ginjal dapat melarutkan semua zat pembentuk batu dengan baik.

 

Berita terkait