Pahami Kriteria Rational Use of Medicine (RUM) Agar Tak Salah Kaprah

13 September 2017 12:00:25
By : Bebby Sekarsari Pahami Kriteria Rational Use of Medicine (RUM) Agar Tak Salah Kaprah

Konsumsilah obat dengan bijaksana sesuai dengan kriteria RUM. (Pixabay/matvevna)

RUM atau Rational Use of Medicine merupakan cara penggunaan obat-obatan secara tepat dan tidak berlebihan untuk mengobati sebuah penyakit. Sejak tahun 1985, WHO sudah menetapkan definisi RUM sebagai penggunaan obat secara rasional. Itulah sebabnya, dalam penggunaan obat harus sesuai dengan indikasi dan dosis yang tepat untuk jangka waktu yang tepat.

Meskipun definisi RUM sudah cukup jelas, namun masih banyak orang yang salah kaprah dalam mengartikannya sebagai antiobat. Mereka pun menolak mendapatkan obat dalam usaha untuk menyembuhkan penyakit. Agar tak salah kaprah, sebaiknya Anda mengetahui beberapa kriteria RUM sebagai berikut:

1. Tepat pasien
Tepat pasien artinya obat hanya diberikan berdasarkan ketepatan tenaga kesehatan dalam menilai kondisi pasien.

2. Tepat indikasi
Obat yang diberikan disesuaikan dengan diagnosa masing-masing pasien. Meskipun penyakit yang diderita sama, namun gejala yang dialami bisa saja berbeda. Inilah yang akan membedakan pemberian obatnya.

3. Tepat obat
Tepat obat artinya obat yang diberikan harus mempertimbangkan ketepatan jenis obat, manfaat dan keamanan obat dan bahkan harga obat.

4. Tepat dosis
Dosis ini berguna agar pemberian obat tidak berlebihan. Dosis harus berada dalam range dosis yang direkomendasikan dan disesuaikan dengan usia serta kondisi pasien.

5. Tepat cara pemberian obat
Informasi ini biasanya akan diberikan oleh tenaga kesehatan di bagian farmasi atau apoteker. Obat dapat diberikan per oral (melalui mulut), per rektal (melalui dubur), per vaginal (melalui vaginal) per parenteral (melalui suntikan) atau topikal (dioleskan di kulit).

6. Tepat frekuensi dan lama pemberian obat
Setelah dosis yang didapatkan tepat, maka dilanjutkan dengan ketepatan penentuan frekuensi pemberian obat. Misalnya setiap 4 jam, 6 jam, 8 jam, 12 jam atau 24 jam sekali.

7. Tepat informasi
Dokter maupun apoteker harus memberikan informasi tentang cara penggunaan obat, frekuensi dan bahkan efek samping yang mungkin terjadi.

 

Berita terkait