Mitos dan Fakta Rokok yang Harus Diluruskan

Sudah menjadi rahasia umum jika merokok dapat menimbulkan risiko besar untuk kesehatan Anda. Walau begitu, banyak orang yang masih saja menghisap nikotin ini dan tidak memedulikan potensi berbahaya yang diakibatkannya. 

Banyak juga mitos yang bertebaran mengenai rokok yang mungkin secara tidak sadar Anda setujui. Kali ini, kami akan mengungkapkan mitos-mitos apa saja yang selama ini muncul bersamaan dengan kegiatan merokok.

Mitos: Sesekali merokok tidak apa-apa

Fakta: Jika Anda tengah berjuang untuk berhenti merokok, mungkin pernah muncul di benak Anda jika sesekali Anda kembali menghisap rokok adalah hal yang bisa dimaafkan. Sayangnya, membiarkan bahkan sekecil apapun jumlah nikotin kembali masuk ke dalam tubuh Anda dapat merusak pembuluh darah dan membuat darah Anda membeku.

Mitos: Merokok dapat membantu atasi stres

Fakta: Dalam jangka pendek, rokok memang menawarkan bantuan untuk mengatasi stres. Namun dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan kecanduan merokok. Nikotin dapat mengubah keseimbangan dua zat kimia di otak, yakni dopamin dan noradrenalin. Ketika nikotin telah berada di tingkat ini, Anda akan merasa stres yang Anda alami berkurang juga timbul perasaan bahagia. Otak kemudian akan beradaptasi dengan perasaan ini dan inilah yang membuat Anda terus menerus kecanduan rokok.

Mitos: Merokok tidak apa asal diimbangi makanan bergizi

Fakta: Para perokok percaya bahwa berolahraga, makan buah-buahan dan sayuran serta merawat diri dapat menyeimbangkan efek berbahaya dari merokok. Padahal, setiap rokok yang Anda hisap tetap saja akan membawa Anda pada risiko yang berbahaya. Merokok dapat menyebabkan kanker juga penyakit stroke, jantung dan penyakit paru-paru. Jika ingin benar-benar sehat, maka meninggalkan rokok adalah jalan satu-satunya.


Article By Mahmur Marganti

Share Article