Masalah Kesehatan Akibat Perut Buncit

Jika dulu orang dengan ekonomi makmur digambarkan dengan kondisi perut buncit, kini pria yang memiliki perut buncit justru menunjukkan kesadarannya yang rendah akan gaya hidup sehat. Bila Anda termasuk ke dalam orang dengan perut bergelambir, maka Anda tidak sendiri. Begitu banyak pria yang seakan menganggap wajar keadaan perut yang buncir tersebut. Namun, sebaiknya Anda tidak bangga dengan lebarnya lingkar perut. Tumpukan lemak di perut harus diwaspadai, karena sebetulnya Anda sedang menumpuk bahaya.

Seseorang disebut memiliki perut buncit bila ukurannya lebih dari 95 cm, sementara pada wanita lebih dari 80 cm. Lemak di perut bukan sebatas pada lapisan lemak yang berada di bawah kulit (lemak subkutan) saja, tapi juga termasuk lemak viseral yang berada di bawah perut dan menyelimuti organ-organ dalam.

Lemak yang terbentuk di lapisan perut dipengaruhi oleh asupan kalori yang masuk dan energi yang dibakar. Jika Anda makan terlalu banyak tapi jarang bergerak, maka akan ada kelebihan kalori yang kemudian disimpan sebagai lemak. Selain itu, faktor usia juga berpengaruh. Bertambahnya usia akan membuat Anda kehilangan otot, terutama jika kurang berolahraga dan lebih banyak duduk. Berkurangnya massa otot akan menurunkan kecepatan tubuh menggunakan kalori.

Kemampuan sel lemak di tangan dan kaki juga akan berkurang dalam menyimpan lemak, sehingga jika ada kelebihan lemak, maka lemak akan turun ke perut. Berbagai penelitian menunjukkan, lemak yang tersimpan di dalam perut ini tidak berfungsi sebagai cadangan tenaga seperti halnya lemak di bagian tubuh lainnya. Lemak viseral ini secara biologis sangat aktif dan menghasilkan hormon dan zat kimia tertentu sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal dan gangguan metabolisme.

Zat dan hormon yang dihasilkan oleh lemak perut ini lama kelamaan akan memicu peradangan (inflamasi). Hal ini pada akhirnya bisa memicu berbagai penyakit. Seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes melitus, kanker kolorektal, hingga risiko henti napas saat tidur (sleep apnea).

Untuk menghindari itu semua, sebaiknya mulai sekarang Anda mulai mengubah gaya hidup. Sebab, pada dasarnya lemak perut bisa dihilangkan. Hanya saja Anda butuh kesabaran, usaha dan konsistensi. Mulailah dengan membatasi makanan yang terlalu banyak mengandung kolesterol dan lemak jahat lainnya. Selain itu, bergeraklah lebih banyak. Tak hanya dengan olahraga rutin, ambil jeda setiap satu jam dan bergeraklah.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article