Langkah Menghadapi Quarter Life Crisis

Sebagian orang yang memasuki usia dewasa muda, yaitu usia 25 tahun, mungkin akan merasakan keraguan yang demikian besar. Mungkin Anda salah satu di antaranya. Keadaan seperti ini disebut dengan Quarter Life Crisis. Quarter life crisis merupakan suatu masa pada usia 25 – 35 tahun di mana timbul dalam diri seseorang rasa keraguan, cemas, atau kekecewaan yang berkaitan dengan karier, hubungan, dan keadaan finansial. Walaupun terasa berat saat harus mengalami quarter life crisis namun nyatanya quarter life crisis memberikan dampak positif dan negatif bagi diri seseorang. Kesehatan mental seseorang merupakan satu hal yang pasti terdampak akibat quarter life crisis ini.

BACA JUGA: Yuk, Kenalan dengan Quarter Life Crisis

“Ketika quarter life crisis terjadi dalam jangka waktu yang panjang, akan timbul masalah pada kesehatan mental seseorang. Misalnya timbul anxiety atau kecemasan dan bahkan depresi berkepanjangan. Namun di sisi lain quarter life crisis juga memberikan dampak positif bagi beberapa orang, krena hal ini menjadi fase untuk seseorang menjadi lebih dewasa, lebih membuka pikirannya dan lain sebagainya,” papar Ayuningtias mengenai dampak quarter life crisis pada diri seseorang.

Lalu, bagiamana ketika Anda mengalami quarter life crisis? Lebih lanjut psikolog Ayuningtias juga memaparkan langkah-langkah yang sebaiknya Anda jalani ketika menghadapi maslaah ini.

Langkah pertama ialah dengan menyadari dan mengakui pada diri sendiri bahwa saat ini Anda sedang berada dalam kondisi quarter life crisis. Namun ingat juga, bahwa bukan hanya Anda sendiri yang sedang menghadapi krisis ini, banyak orang lain yang juga mengalami hal yang sama.

Selanjutnya ialah melihat lagi apa yang sebenarnya menyebabkan banyak tekanan sehingga melahirkan krisis di hidup Anda, apa mungkin masalah finansial? Atau relasi dengan pasangan? Lalu carilah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

Berhenti membanding-bandingkan hidup Anda dengan hidup orang lain yang terlihat di internet. Mungkin Anda perlu untuk mengurangi konsumsi media sosial sehingga keinginan untuk melihat dan membandingkan hidup Anda dengan hidup orang lain menjadi berkurang. Jangan terlalu keras pada diri Anda dengan membandingkan pencapaian kita dengan orang lain.

Terakhir, carilah bantuan kepada orang terdekat atau psikolog untuk menceritakan masalah dan tekanan apa saja yang sedang Anda alami. Ingatlah, semua hal ini akan berlalu seiring berjalannya waktu. Andapun tak sendirian menghadapi krisis ini. 

Konsultasi: M. Ayuningtias, Psi., M.Psi. psikolog klinis dari Siloam Hospitals TB. Simatupang


Article By Bebby Sekarsari

Share Article