Gangguan Kepribadian Narsistik: Kenali Ciri Umumnya

25 Mei 2018 18:30:17
By : Claudia Ramadhani Gangguan Kepribadian Narsistik: Kenali Ciri Umumnya

Kenali ciri umum gangguan kepribadian narsistik yang menimpa banyak orang. (Foto: huffingtonpost.com)

Istilah narsis kini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Narsis kerap kali dikaitkan dengan kegiatan selfie atau swafoto, yaitu foto menggunakan kamera depan dari ponsel pintar pemiliknya. Istilah narsis sebenarnya berasal dari karakter dalam mitologi Yunani yang bernama Narcissus. Saat itu, ia melihat bayangannya di genangan air dan jatuh cinta pada bayangannya.

Gangguan kepribadian narsistik kini menjadi salah satu momok bagi sebagian orang. Gangguan ini melibatkan citra diri yang terdistorsi. Gangguan kepribadian narsistik terkait erat dengan egosentrisme, yakni karakteristik kepribadian di mana orang melihat diri merka dan kepentingan serta pendapat mereka sebagai satu-satunya yang paling benar dan paling penting.

Gangguan ini melibatkan cinta yang tidak biasa terhadap diri sendiri, merasa penting dan superioritas yang berlebihan. Menurut National Library of Medicine Amerika Serikat, seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik memiliki rasa kepentingan diri yang berlebihan, kesibukan yang intens dengan diri sendiri dan bahkan kurangnya empati terhadap orang lain.

Tidak jelas apa yang menjadi penyebab timbulnya gangguan kepribadian narsistik pada diri seseorang. Namun mungkin gangguan ini terkait dengan keadaan selama masa kanak-kanak, seperti harapan orang tua yang sangat tinggi, terlalu dimanja, pernah diabaikan atau mendapat tindak kekerasan.

Beberapa sifat atau ciri paling umum yang ditemukan pada orang dengan gangguan kepribadian narsistik ialah:

- Nafsu yang tak terpuaskan untuk mendapat perhatian orang lain.
- Perasaan cemburu yang ekstrem.
- Harapan untuk selalu dispesialkan.
- Membesar-besarkan prestasi, bakat dan kepentingan.
- Sensitivitas ekstrem dan lebih mudah terluka juga merasa ditolak.
- Kesulitan menjaga hubungan yang sehat.
- Kemampuan untuk mengambil keuntungan dari orang lain demi mencapai tujuan sendiri, tanpa menggunakan hati nurani bahkan tidak merasakan penyesalan.
- Keyakinan bahwa hanya beberapa orang tertentu saja yang dapat memahami keunikan diri mereka.
- Kecenderungan untuk menganggap diri mereka terampil dalam percintaan.
- Menanggapi kritik dengan kemarahan, penghinaan dan rasa malu.
- Selalu mencari pujian dari orang lain.
- Harapan bahwa orang lain akan setuju dengan mereka dan sejalan dengan apa yang mereka inginkan.
- Apapun yang menjadi tujuan dan impian mereka harus selalu yang terbaik.

Berita terkait