Deteksi Dini Kanker Paru Tingkatkan Kesembuhan

Seringkali kanker paru terlambat didiagnosis, sehingga penyakit ini semakin sulit ditangani. Oleh sebab itu, jangan abaikan gejalanya untuk segera diperiksakan ke rumah sakit. Menurut dr. Achmad Mulawarman Jayusman, Sp.P (K), Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta, deteksi dini terhadap kanker paru dapat meningkatkan keberhasilan proses pengobatannya. Berikut beberapa tes yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis kanker paru:

1. X-Ray
Diagnosis pertama untuk kanker paru biasanya menggunakan X-ray. Pemeriksaan X-ray pada kanker paru bisa memperlihatkan tumor yang ada. Jika dari X-ray dicurigai terdapat kanker paru, tes lanjutan perlu dilakukan untuk memastikannya.

2. CT Scan Thorax
CT Scan Thorax dapat memperlihatkan hal yang abnormal kecil yang tidak bisa tampak oleh X-ray. Dengan memanfaatkan CT scan, akan diperoleh gambaran yang lebih jelas dan detil.

3. Pet-CT Scan
PET-CT Scan dapat memperlihatkan lokasi sel kanker yang aktif. Pemeriksaan ini bisa dilakukan bila hasil pemeriksaan dengan CT Scan menunjukkan adanya kanker paru dan ingin mengetahui kemana penyebarannya.

4. Pemeriksaan Dahak
Dahak yang kita keluarkan saat batuk dapat diperiksa di laboratorium dengan mikroskop. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk melihat apakah terdapat sel-sel kanker di dalam parunya.

5. Biopsi
Dalam beberapa kasus dimana jaringan tumor sulit untuk diperoleh, biopsi langsung terhadap tumor paru dapat dilakukan, dimana dokter akan mengambil sampel sel jaringan dari dalam paru.

6. Thoracentesis
Kanker paru dapat melibatkan jaringan selaput paru dan mengakibatkan akumulasi cairan dalam rongga antara paru dan dinding dada. Sampel cairan tersebut dapat mengungkapkan sel-sel kanker yang ada. Dokter akan menggunakan trokar untuk mengambil cairan dari dada, yang kemudian akan dilakukan tes terhadap cairan tersebut untuk mencari jenis sel kanker.

Bila seseorang sudah terdeteksi kanker paru, maka ia harus segera mendapatkan penanganan. Menunda-nunda pengobatan justru akan memicu kanker tersebut untuk terus berkembang. Pengobatan kanker paru yang tepat dapat memungkinkan penderitanya memiliki harapan hidup yang lebih lama dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Terdapat empat macam pengobatan untuk kanker paru, yaitu pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi dan terapi target. Pembedahan atau operasi dilakukan untuk mengangkat kanker paru serta sebagian jaringan di sekitarnya. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi jika ada sel kanker yang sudah menyebar. Prosedur pembedahan dapat dilakukan pada penderita kanker paru stadium awal hingga stadium tiga.

Terapi radiasi (disebut juga radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Metode ini hanya membunuh sel pada area yang diobati. Bila diradiasi di daerah kepala, maka rambut dapat menjadi rontok. Sedangkan kemoterapi menggunakan obat antikanker guna memperkecil atau membunuh sel kanker. Obat dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan dapat mengenai sel-sel kanker di seluruh tubuh tetapi sebagian kecil dapat pula mengenai zat yang masih bagus. Tindakan kemoterapi memiliki efek samping antara lain mual, muntah, rambut rontok, hingga menurunnya kadar trombosit, sel darah putih dan HB dalam tubuh.

Tidak seperti kemoterapi, terapi target mengobati kanker langsung menuju ke sasaran tanpa mematikan sel lain. Terapi target menggunakan obat-obatan untuk mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Obat yang masuk ke dalam saluran darah akan mengenai seluruh sel kanker dalam tubuh. Terapi target dapat diberikan kepada pasien dengan penyakit kanker stadium III dan IV (A+B), atau yang tidak dapat dioperasi.

Sumber: Majalah Silver, Siloam Hospitals


Article By Bebby Sekarsari

Share Article