6 Hal Penting Seputar Cedera Tulang

Tulang memiliki peran penting untuk mendukung struktur tubuh, sebagai pelindung organ, penahan otot dan tempat penyimpanan kalsium. Meskipun tulang tampak keras dan kuat, kenyataannya tulang dapat saja mengalami cedera. Umumnya, bagian yang sering mengalami cedera tulang adalah kaki dan punggung. Menurut dr. John Butar-Butar, SpOT dari Siloam Hospitals Lippo Village Karawaci, yang dimaksud dengan cedera tulang adalah cedera yang memengaruhi tulang, persendian, otot, tendon, dan ligamen. Berikut lima hal penting yang perlu Anda ketahui seputar cedera tulang:

1. Cedera tulang mayoritas diakibatkan benturan, terjatuh, kecelakaan lalu lintas, dan aktivitas saat berolahraga. Namun, cedera tulang juga bisa disebabkan karena proses penyakit (osteoporosis).

2. Tidak semua cedera tulang itu berat. Cedera tulang seperti keseleo termasuk kategori cedera ringan. Tapi, kalau tulang yang cedera sudah sampai keluar dari sendi, atau patah hingga melukai saraf dan pembuluh darah, maka sudah tergolong cedera berat yang membutuhkan perawatan khusus dari dokter. Perlu diketahui, semakin kecil ukuran tulang yang mengalami cedera maka kemungkinan mengalami patah tulang akan semakin besar. Sebaliknya, semakin besar ukuran tulang yang mengalami cedera maka kemungkinan mengalami patah tulang lebih kecil.

3. Metode RICE merupakan pertolongan pertama saat terjadi cedera tulang. RICE terdiri dari:

Rest yakni  Mengistirahatkan bagian tulang yang cedera untuk meminimalkan penambahan cedera.

Ice yaitu mengompres bagian yang cedera dengan es untuk mengurangi pembengkakan atau rusaknya pembuluh darah.

Compression yaitu membalut bagian yang cedera dengan perban atau bidai untuk menghindari penumpukan cairan akibat pembengkakan. Kompresi juga berguna sebagai penyangga bagian yang cedera.

Elevation yakni mengangkat bagian yang cedera untuk memimalisir pembengkakan yang bisa terjadi karena darah di pembuluh darah tidak mengalir dengan lancar.

4. Gejala saat mengalami cedera tulang dapat diketahui dengan mudah. Tulang memiliki banyak saraf halus, sehingga orang yang mengalami cedera tulang akan merasakan nyeri yang cukup intens jika tulangnya digerakkan (rasa nyeri akan berkurang kalau tulang yang cedera tidak digerakkan). Lalu, akan terjadi pula pembengkakan, memar, atau perubahan bentuk pada area tulang yang cedera. Jika cederanya sangat parah, bahkan sampai tidak mampu digerakkan. Pemeriksaan dan tindakan pada cedera tulang bergantung pada tingkat keparahan cederanya. Biasanya dokter akan menanyakan dulu bagaimana peristiwa terjadinya cedera dan bagian mana yang sakit. Setelah itu melakukan pemeriksaan fisik pada bagian yang sakit untuk mengetahui lokasi pasti tulang yang cedera, sekaligus mencari tahu apakah melibatkan pembuluh darah atau syaraf. Kemudian dokter akan memasang bidai pada bagian yang cedera dan mengirimkan pasien ke bagian x-ray untuk difoto, untuk memutuskan tindakan selanjutnya.

5. Haruskah operasi bila mengalami cedera tulang? Belum tentu. Dokter akan memeriksa dulu hasil rontgen untuk melihat tingkat keparahan tulang yang cedera. Kalau tidak parah dan pasiennya anak-anak, biasanya dokter tidak akan mengambil tindakan operasi. Pada dasarnya, tulang adalah organ hidup yang bisa menyambung dengan sendirinya tanpa diobati. Sehingga tindakan utama yang akan dilakukan adalah mengembalikan tulang ke posisi semula. Kemudian, berusaha mempertahankan posisi tersebut hingga tulang sembuh. Tindakan operasi hanya akan diambil kalau cedera berat, seperti patah tulang di mana patahannya tidak stabil.

6. Untuk mempercepat pemulihan cedera tulang, Anda dapat melakukan dua hal, yaitu makan makanan yang mengandung kalsium, protein, dan vitamin D tinggi. Kalsium perlu untuk perbaikan dan regenerasi sel-sel tulang, sementara protein dan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor untuk penyembuhan tulang. Yang kedua, latih otot-otot dan sendi-sendi bagian tulang yang cedera melalui rehabilitasi atau terapi, sehingga saat tulang sudah dapat dibebani lagi bisa pulih lebih cepat. Selain itu harus tetap menjaga keaktifan tulang yang tidak cedera dengan latihan beban dan senam.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article