4 Modalitas Pengobatan Kanker Paru

23 Oktober 2017 18:30:00
By : Rianti Fajar 4 Modalitas Pengobatan Kanker Paru

Pengobatan yang tepat dapat menyelamatkan hidup pasien kanker paru. (Pixabay/Sasint)

Seseorang yang terdeteksi kanker paru harus segera mendapatkan penanganan dari tenaga medis. Menunda-nunda pengobatan hanya akan memicu kanker tersebut terus berkembang. Pengobatan kanker memungkinkan penderita memiliki harapan hidup lebih lama dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Menurut dr. Achmad Mulawarman Jayusman, SpP (K), Spesialis Pulmonologi dan Respirasi, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta,  berikut ini empat jenis pengobatan kanker paru:

Pembedahan

Pembedahan atau operasi dilakukan untuk mengangkat kanker paru serta sebagian jaringan di sekitarnya. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi jika ada sel kanker yang sudah menyebar. Prosedur pembedahan dapat dilakukan pada penderita kanker paru stadium awal hingga stadium tiga.

Terapi radiasi

Terapi radiasi (disebut juga radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Metode ini hanya membunuh sel pada area yang diobati. Bila diradiasi di daerah kepala, maka rambut dapat menjadi rontok.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat anti kanker guna memperkecil atau membunuh sel kanker. Obat dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan dapat mengenai sel-sel kanker di seluruh tubuh tetapi sebagian kecil dapat pula mengenai zat yang masih bagus. Tindakan kemoterapi memiliki efek samping antara lain mual, muntah, rambut rontok, hingga menurunnya kadar trombosit, sel darah putih dan HB dalam tubuh.

Terapi target

Tidak seperti kemoterapi yang dapat mengakibatkan ikut rusaknya sel-sel normal, terapi target mengobati kanker langsung menuju ke sasaran tanpa mematikan sel lain. Terapi target menggunakan obat-obatan untuk mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Obat yang masuk ke dalam saluran darah akan mengenai seluruh sel kanker dalam tubuh. Terapi target dapat diberikan kepada pasien dengan penyakit kanker stadium III dan IV (A+B), atau yang tidak dapat dioperasi.

Sumber: Majalah Silver, Siloam Hospitals.

Berita terkait