4 Mikroba Penyebab Keracunan Makanan

14 September 2017 18:00:00
By : Rianti Fajar 4 Mikroba Penyebab Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat menyebabkan mual muntah, hingga dehidrasi. (Flickr/Marysmith)

Pada umumnya keracunan makanan disebabkan oleh kuman mikroskopis atau mikroba yang masuk ke saluran pencernaan dan menyebabkan peradangan di lambung atau usus. Gejala keracunan makanan cukup beragam, mulai dari perut yang merasa tidak nyaman, muntah-muntah hingga diare kronis. Tidak semua kasus keracunan makanan perlu ditangani secara medis, namun bila Anda mengalami muntah, disarankan untuk segera temui dokter untuk mendapat pengobatan tepat. Sebab, muntah terus menerus bisa meningkatkan risiko dehidrasi.

Berikut adalah beberapa mikroba yang sering menyebabkan kasus keracunan makanan:

Norovirus
Penyebab infeksi gastrointestinal paling sering adalah norovirus. Virus ini sering terdapat pada makanan laut atau seafood yang tidak dimasak dengan benar atau buah dan sayur yang tidak tidak dibersihkan sebelum dikonsumsi. Karena virus ini sangat mudah menyebar, disarankan untuk selalu cuci tangan sebelum makan terutama setelah menyiapkan makanan yang mentah.

Salmonella
Hati-hati dalam mengonsumsi telur karena kemungkinan besar bakteri salmonella telah mengontaminasi telur. Bakteri ini juga dapat mengontaminasi sumber protein lain seperti daging unggas, sapi, seafood, susu tidak dipasteurisasi serta makanan mentah. Cara paling mudah untuk mencegah infeksi salmonella adalah dengan memasak makanan dengan benar. Bakteri Salmonella akan mati bila dimasak dengan suhu minimal 75 derajat celsius.

Escherichia coli (E.Coli)
Sebenarnya bakteri E. Coli banyak terdapat dalam lambung kita untuk membantu dalam pencernaan, namun terlalu banyak dapat merugikan kesehatan. Pada umumnya sayur yang dipupuk oleh kotoran hewan berisiko tinggi menularkan E. Coli. Rumah pemotongan hewan yang tidak higienis juga berisiko dalam menyebarkan virus ini karena bakteri ini tetap hidup dalam perut meskipun hewannya telah mati. Sama seperti Salmonella, bakteri E. Coli akan mati setelah kena suhu tinggi.

Campylobacter
Infeksi bakteri campylobacter juga merupakan kasus yang paling sering terjadi dan sering disebabkan oleh proses pasteurisasi susu sapi yang tidak benar. Infeksi juga dapat disebabkan oleh daging sapi atau unggas yang terkontaminasi bakteri tersebut. Meskipun gejala infeksi campylobacter tidak membahayakan kesehatan, diare dan nyeri perut biasanya berlangsung selama seminggu. Kebersihan adalah solusi utama untuk tidak terinfeksi campylobacter. Pastikan menggunakan talenan bersih saat memotong daging, dan jangan gunakan talenan kembali kalau makanan sudah masak. Menjaga kebersihan dapur dan alat masak adalah cara lain untuk mencegah infeksi.

Berita terkait