4 Fakta Tentang Kesehatan Tulang

Asupan makan dan olahraga sangat berpengaruh terhadap kesehatan tulang seseorang. Tak hanya membutuhkan asupan gizi, untuk menjaga kesehatan tulang, Anda perlu melatihnya dengan melakukan latihan fisik secara rutin. Fakta lainnya tentang pengaruh asupan makanan yang sehat dan latihan fisik terhadap kesehatan tulang adalah sebagai berikut:

1. National Osteoporosis Foundation (NOF) merekomendasikan untuk konsumsi kalsium minimal 1200 mg per hari, terutama bagi wanita berusia di atas 50 tahun dan pria yang berusia di atas 70 tahun. Sayangnya, rata-rata pria dan wanita hanya mengonsumsi kalsium sebanyak 600-700 mg per hari dari makanan. Oleh karena itu, konsumsi suplemen diperlukan untuk mencapai kebutuhan minimal kalsium. Namun, dalam mengonsumsi suplemen kalsium ini perlu diperhatikan dengan seksama, sebab asupan kalsium lebih dari 1200-1500 mg per hari tidak terbukti bermanfaat bagi tulang dan justru meningkatkan risiko tenjadinya batu ginjal dan penyakit kardiovaskular.

2. Vitamin D berperan penting dalam proses penyerapan kalsium, kesehatan tulang, kekuatan otot, keseimbangan dan mencegahan risiko terjatuh. NOF merekomendasikan konsumsi vitamin D sebanyak 800-1000 International Unit (IU) per hari. Bagi orang lanjut usia, konsumsi vitamin D tidak boleh dianggap remeh karena selain kebutuhan terhadap vitamin D meningkat, lansia juga rentan mengalami defisiensi vitamin D terutama pada mereka yang mengalami gangguan absorbsi vitamin D, gagal ginjal kronik, dan kurangnya paparan sinar matahari.

3. Latihan fisik secara rutin dan jangka panjang dapat menurunkan risiko terjatuh dan patah tulang. Latihan fisik juga dapat meningkatkan densitas tulang, ketangkasan, kekuatan, postur, dan keseimbangan tubuh. Terdapat dua tipe latihan fisik yang diperlukan untuk memperkuat tulang, yakni latihan yang bersifat menahan beban dan memperkuat otot.

4. Orang yang mengalami patah tulang atau berisiko tinggi mengalami patah tulang dapat melakukan latihan fisik yang bersifat lebih ringan. Misalnya berjalan cepat atau  latihan keseimbangan. Namun sebelum memulai latihan, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter mengenai intensitas dan jenis latihan yang tepat, aman, dan sesuai bagi kondisi kesehatan Anda.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article