4 Alat Kesehatan Ini Wajib Ada di Rumah

Kesehatan yang terjaga berawal dari rumah yang sehat. Selain menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, ada beberapa peralatan yang dapat mendukung kesehatan Anda. Peralatan ini dapat Anda gunakan untuk mencegah atau mendeteksi dini faktor risiko terjadinya penyakit. Anda sebaiknya memiliki peralatan tersebut di rumah.

Berikut ini empat alat pendukung kesehatan yang sebaiknya ada di rumah Anda:

1. Termometer

Termometer sebaiknya ada di setiap rumah. Termometer sangat dibutuhkan saat ada anggota keluarga yang demam. Tidak ada yang tahu kapan akan mengalami demam. Maka Anda sebaiknya selalu menyiapkan termometer di rumah. Terutama bagi Anda yang memiliki bayi atau balita. Dengan mengetahui suhu tubuhnya, Anda akan tahu tindakan tepat apa yang harus dilakukan untuk mengatasi demam yang sedang dialami.

2. Timbangan badan

Berat badan merupakan salah satu ukuran kesehatan seseorang. Anda sebaiknya mengontrol berat badan Anda agar terhindar dari obesitas, yang sering menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Sebelum itu, ketahui dulu berapa berat badan ideal, yang sesuai dengan tinggi badan dan usia Anda.

3. Glukometer

Glukometer berguna untuk mengecek kadar gula darah Anda. Alat yang satu ini juga sebaiknya selalu ada di rumah Anda, terutama bila ada anggota keluarga yang menderita diabetes melitus. Bagi Anda penderita diabetes atau berisiko tinggi untuk mengalami diabetes, sebaiknya memeriksakan kadar gula darah Anda secara rutin.

4. Pengukur lingkar pinggang

Selain berat badan, lingkar pinggang juga menjadi salah satu gambaran kesehatan Anda secara menyeluruh. Ukur lingkar pinggang Anda secara berkala agar Anda dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Banyak penyakit yang ditimbulkan akibat perut yang buncit.

5. Tensimeter

Selain gula darah, tekanan darah juga wajib untuk diperiksa secara berkala. Banyak orang yang tidak sadar bahwa dirinya memiliki tekanan darah tinggi. Padahal tekanan darah tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article