Rokok Jadi Penyebab Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Meskipun hingga saat ini penyebab pasti penyakit jantung bawaan pada anak belum diketahui, namun terdapat beberapa faktor risiko yang bisa memperbesar kemungkinan anak bisa menderita penyakit ini. Faktor risiko ini bahkan bisa ditemui di sekitar kita, sehari-hari. Beberapa faktor risiko tersebut antara lain rokok, baik perokok aktif maupun pasif.

Sehingga, meskipun ibu hamil tidak memiliki kebiasaan merokok, namun bila pasangan atau anggota keluarga lain merokok, maka janin yang sedang dikandung oleh ibu bisa saja berisiko mengalami penyakit jantung bawaan. Faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung bawaan adalah:

- Usia ibu saat hamil sudah terlalu tua (di atas 40 tahun).
- Obar-obatan penenang. Obat-obatan ini biasanya dalam bentuk obat penenang yang digunakan ibu hamil.
- Campak Jerman.
- Rubella.
- Diabetes Mellitus.
- Virus toxoplasmosis.
- Sinar rontgen. Itulah sebabnya, sebaiknya ibu hamil tidak terpapar sedikitpun sinar rontgen.
- Keturunan.

Anak yang menderita penyakit jantung bawaan biasanya akan memerlukan intervensi berupa perawatan yang intensif termasuk operasi bedah jantung yang bisa dilakukan berkali-kali. Sehingga anak pun tak bisa melakukan aktivitas normal seperti halnya anak sehat lainnya. Mereka tak disarankan melakukan aktivitas berat seperti bermain sepak bola atau basket. Tumbuh kembangnya pun biasanya akan lebih lambat dibandingkan dengan teman-teman seumurannya. Hal ini disebabkan oleh kondisi jantung yang tak mampu memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan tubuh, terutama paru-paru. Anakpun menjadi lebih sering sakit dan berat badannya pun seringkali tak sesuai dengan usianya.

Namun, ada pula anak dengan penyakit jantung bawaan yang bisa tumbuh normal, asalkan kelainan yang dialami berupa kelainan ringan yang bisa sembuh seiring dengan bertambahnya usia. Yang harus Anda lakukan adalah memeriksakan pada dokter untuk memantau perkembangannya dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.


Article By Mahmur Marganti

Share Article