Jurus Ampuh Menangani Demam dan Flu Pada Anak

Flu dan pilek merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh anak-anak. Seorang anak bisa menderita penyakit ini sebanyak enam sampai delapan kali dalam setahun. Flu dan pilek sering sekali dialami oleh anak-anak, terutama yang berumur kurang dari tujuh tahun. Hal tersebut terjadi karena sebelum tujuh tahun sistem kekebalan tubuh anak mayoritas memang belum terbentuk sempurna, sehingga sangat rentan tertular berbagai bibit penyakit. Apalagi umumnya anak-anak tidak menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk, juga sering menyentuh benda-benda yang sudah terpapar virus.

Flu dan pilek sering pula disebut dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan common cold. Tapi, keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Flu disebabkan virus influenza, sementara pilek disebabkan oleh ratusan virus dan bakteri. Bukan hanya penyebabnya, gejalanya pun berbeda. Gejala pilek lebih ringan daripada gejala flu. Pilek juga jarang disertai demam, sedangkan flu umumnya disertai demam.

Demam ini merupakan reaksi alami tubuh dalam menghadapi infeksi yang disebabkan beragam mikroorganisme, termasuk virus influenza. Tubuh dikatakan demam apabila suhunya mengalami kenaikan di atas normal. Yaitu lebih dari 38°C bila diukur pada anus (rektal), lebih dari 37,8°C diukur pada mulut (oral), atau lebih dari 37,2°C saat diukur melalui ketiak (aksila). Demam dan flu biasanya berlangsung sekitar satu minggu, walau pada beberapa anak yang bisa juga bertahan hingga dua minggu.

Saat anak demam, biasanya kita akan menyuruhnya lebih banyak istirahat dan mengompresnya dengan handuk hangat di dahi juga sekitar hidung (bila hidung tersumbat). Namun, sekarang ada cara yang lebih sederhana yaitu dengan menggunakan plester kompres. Sama seperti kompres dengan handuk hangat, plester kompres juga terbukti efektif dalam menurunkan demam anak.

Selain mengompres, sebaiknya anak juga diberi banyak minum untuk meluruhkan lendir dan menghirup aromaterapi herbal yang mengandung Eucalyptus untuk mengurangi produksi mucus berlebih di saluran pernapasan. Pastikan juga anak mendapat makanan dan minuman untuk kesehatan yang alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya untuk kesehatan saluran pencernaannya. Terakhir, boleh juga memberi obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen. Cuma sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat apapun kepada anak, meski di kemasannya tertulis bahwa obat tersebut aman untuk anak-anak.

Sumber: Majalah Silver, Siloam Hospitals.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article