Masih Sarapan Roti Putih Pertimbangkan Hal Ini

Tidak sedikit dari kita menjadikan roti putih sebagai menu sarapan pagi. Tidak sedikit juga, orang-orang lebih memilih mengonsumsi roti putih ketika menjalankan program diet mereka. Tapi apakah hal tersebut tepat? Ada beberapa alasan yang membuat Anda harus mulai berpikir dua kali ketika ingin mengonsumsi roti putih. Karena ternyata mengonsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih, memiliki efek buruk bagi kesehatan tubuh.??

Tidak memiliki nilai gizi yang cukup?

Kandungan serat dan protein dalam biji-bijian yang digunakan dalam pembuatan tepung roti putih, telah hilang dalam proses pembuatannya. Hal ini membuat roti putih sama sekali tidak memiliki kandungan gizi yang cukup untuk tubuh. Lebih baik pilih roti gandum yang mengandung serat dan protein.??

Meningkatkan kadar gula darah?

Karena di dalam roti putih tidak terdapat kandungan serat dan protein untuk memperlambar pencernaan, maka proses penyerapan roti putih dalam tubuh akan berlangsung sangat cepat. Hal ini menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh akan naik dengan cepat. Peningkatan gula darah secara drastis tentunya tidak baik bagi beberapa orang yang memiliki diabetes. Hal ini juga membuat Anda cepat merasa lapar.??

Meningkatkan risiko diabetes tipe-2?

Ketika gula darah meningkat secara cepat, maka insulin akan dilepaskan ke dalam aliran darah dan membuat gula masuk ke dalam sel. Ketika hal ini terjadi secara teratur dan terus menerus, maka akan banyak sel-sel yang menjadi resisten insulin, sehingga tubuh akan sulit untuk mengontrol kadar gula darah.  Hal inilah yang menyebabkan seseorang berisiko terhadapa diabetes tipe-2.??

Masalah berat badan?

Ketika Anda mengonsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih, maka dengan cepat gula darah Anda akan naik. Jika hal ini tersebut tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, maka karbohidrat tersebut akan cenderung disimpan dalam bentuk lemak. ??

Depresi?

Secara mengejutkan roti putih dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition pada Juni 2015 menemukan, terdapat hubungan antara konsumsi karbohidrat olahan dan depresi pada wanita pasca-menopause. Respon hormonal yang sama juga dapat membuat gula darah turun, yang menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan dan gejala depresi lainnya.


Article By Bebby Sekarsari

Share Article